|
Judul: Belajar sandar Tuhan lagi
Pesan apa seharusnya yang kita tangkap ketika Tuhan telah menolong
kita keluar dari masalah yang sebenarnya kita buat sendiri?
Tentu bukan supaya kita bebas melakukan kesalahan lagi.
Sebaliknya, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama,
terutama dalam hal bahwa kita tidak bersandar kepada Dia.
Pertolongan Tuhan atas Daud saat ia menghadapi masalah bukan
semata-mata untuk meluputkan dia dari akibat kebodohannya
sendiri, melainkan agar Daud kembali bersandar Tuhan. Peristiwa
yang terjadi di Ziklag merupakan semacam ujian bagi Daud, apakah
ia akan bertindak menurut pikirannya sendiri atau apakah ia akan
kembali mengandalkan Tuhan.
Kejadian di Ziklag sungguh meremukkan hati Daud dan pasukannya.
Mereka baru saja kembali dari arena pertempuran, yang jauhnya
tiga hari perjalanan. Mereka sedang merasakan keletihan bercampur
kelegaan. Keletihan karena perjalanan jauh, kelegaan karena tak
jadi berperang dengan saudara sebangsa mereka. Namun apa yang
mereka lihat sungguh membuat semangat mereka merosot. Kota Ziklag
terbakar habis dan keluarga mereka serta penduduk Ziklag lainnya
telah ditawan oleh musuh mereka, orang Amalek. Tentu saja orang
Ziklag menjadi sedih dan marah. Kedatangan Daud membuat mereka
ingin melampiaskan perasaan mereka dengan melempari Daud dengan
batu (ayat 6a). Syukur pada saat itu Daud melibatkan Tuhan
kembali dalam perkara yang dia hadapi (ayat 6b-8). Maka setelah
meminta petunjuk Tuhan, Daud dan pasukannya mengejar musuh untuk
melepaskan sanak keluarga mereka yang tertawan.
Tidak pernah ada satu perkara yang Tuhan izinkan terjadi tanpa maksud
baik Tuhan. Kejadian-kejadian buruk sekalipun dapat menjadi alat
Tuhan untuk membawa kita kembali kepada Dia. Sebab itu,
peliharalah sikap bersandar penuh kepada Tuhan. Jangan
mengandalkan pikiran sendiri. Taati penuh firman Tuhan dan yakini
total pertolongan-Nya.
|