Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 1Samuel 30:1-15
< Juli
2008
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Kamis 17 Juli 2008

Judul: Belajar sandar Tuhan lagi
Pesan apa seharusnya yang kita tangkap ketika Tuhan telah menolong kita keluar dari masalah yang sebenarnya kita buat sendiri? Tentu bukan supaya kita bebas melakukan kesalahan lagi. Sebaliknya, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama, terutama dalam hal bahwa kita tidak bersandar kepada Dia.

Pertolongan Tuhan atas Daud saat ia menghadapi masalah bukan semata-mata untuk meluputkan dia dari akibat kebodohannya sendiri, melainkan agar Daud kembali bersandar Tuhan. Peristiwa yang terjadi di Ziklag merupakan semacam ujian bagi Daud, apakah ia akan bertindak menurut pikirannya sendiri atau apakah ia akan kembali mengandalkan Tuhan.

Kejadian di Ziklag sungguh meremukkan hati Daud dan pasukannya. Mereka baru saja kembali dari arena pertempuran, yang jauhnya tiga hari perjalanan. Mereka sedang merasakan keletihan bercampur kelegaan. Keletihan karena perjalanan jauh, kelegaan karena tak jadi berperang dengan saudara sebangsa mereka. Namun apa yang mereka lihat sungguh membuat semangat mereka merosot. Kota Ziklag terbakar habis dan keluarga mereka serta penduduk Ziklag lainnya telah ditawan oleh musuh mereka, orang Amalek. Tentu saja orang Ziklag menjadi sedih dan marah. Kedatangan Daud membuat mereka ingin melampiaskan perasaan mereka dengan melempari Daud dengan batu (ayat 6a). Syukur pada saat itu Daud melibatkan Tuhan kembali dalam perkara yang dia hadapi (ayat 6b-8). Maka setelah meminta petunjuk Tuhan, Daud dan pasukannya mengejar musuh untuk melepaskan sanak keluarga mereka yang tertawan.

Tidak pernah ada satu perkara yang Tuhan izinkan terjadi tanpa maksud baik Tuhan. Kejadian-kejadian buruk sekalipun dapat menjadi alat Tuhan untuk membawa kita kembali kepada Dia. Sebab itu, peliharalah sikap bersandar penuh kepada Tuhan. Jangan mengandalkan pikiran sendiri. Taati penuh firman Tuhan dan yakini total pertolongan-Nya.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini