Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 1Samuel 19:1-24
< Juli
2008
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Kamis 3 Juli 2008

Judul: Kuatnya cinta
Bagaimana Tuhan melindungi Daud dari ancaman dan percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Saul? Dua kali Raja Saul coba menombak Daud (1Sam. 18:10-11; 19:9-10) dan tiga kali dengan mengutus para tentara untuk membunuh Daud (1Sam. 19:20-21). Semuanya gagal!

Allah memelihara Daud melalui kedua anak Saul yang mengasihi dia, yaitu Yonatan dan Mikhal. Keduanya mengasihi Daud dengan kasih yang berbeda. Yonatan mengasihi Daud dengan kasih persaudaraan, Mikhal mengasihi Daud dengan kasih asmara. Mereka berdua mendapat peran penting dari Tuhan untuk melindungi orang yang mereka kasihi. Keduanya menyatakan ketulusan cinta dengan membela Daud dari ketidakadilan ayah mereka. Peran mereka bukan tidak berisiko. Yang mereka hadapi bukan semata ayah, melainkan raja yang memiliki kedaulatan dan kuasa. Mikhal harus menerima kata-kata kasar Saul yang marah besar karena ia membiarkan Daud lari (1Sam. 19:17). Sedangkan Yonatan, karena selalu membela Daud di depan sang ayah (1Sam. 19:4-5; 20:32), jadi dimarahi bahkan sempat ditombak (1Sam. 20:33). Kasihlah yang menyebabkan Yonatan dan Mikhal melindungi Daud. Namun kita belajar juga bahwa mereka tidak membalas kemarahan ayah mereka dengan sikap kasar karena mereka mengasihi dan menghormati dia. Sikap kasih dan hormat yang patut kita teladani. Selanjutnya Tuhan juga memelihara Daud dengan perantaraan Samuel dan kelompok nabi pengikutnya.

Di mana kita bisa menemukan kasih sejati? Kasih yang tidak bisa diam melihat kejahatan dan ketidakadilan merajalela? Kasih yang tulus dan berani membela orang yang dikasihi walau harus menghadapi akibatnya? Kasih yang penuh pengorbanan seperti itu telah diwujudkan oleh Kristus dalam kematian-Nya di salib. Kasih yang meraih orang-orang yang tidak layak dikasihi. Hanya mereka yang sudah mengalami kasih salib Kristus yang mampu untuk menyatakan kasih Ilahi tersebut.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini