Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 1Samuel 24:1-23
< Juli
2008
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Kamis 10 Juli 2008

Judul: Tidak main hakim sendiri
Apa yang Anda akan lakukan bila kepemimpinan Anda terancam oleh seseorang yang menonjol dan terlihat berhasrat untuk menyingkirkan Anda?

Sekali lagi, Daud, si \'pelarian\', dikontraskan dengan Saul, sang raja. Sang raja menggebu-gebu untuk membasmi \'musuh\'. Ia dikendalikan oleh ketakutan dan kekuatiran yang tidak rasional. Padahal tak satupun tindakan Daud yang dapat dijadikan petunjuk bahwa ia berniat memberontak. Saul bertindak bukan dalam hikmat dan kecerdasan yang seharusnya dimiliki seorang pemimpin. Coba bayangkan, betapa tak sebandingnya bila harus mengerahkan kekuatan militer demi melindas \'seekor kutu\' atau \'anjing mati\'?

Di pihak lain, walau tertindas bahkan terjepit, Daud tidak kehilangan kepekaan akan pimpinan Tuhan. Walau ada kesempatan untuk membunuh Saul, Daud tidak memanfaatkan saat itu. Mengapa? Daud tahu bahwa Saul adalah raja yang diurapi Tuhan (ayat 7). Ia tidak merasa mempunyai hak atas nyawa Saul, walaupun Saul begitu membenci dia. Daud tidak menganggap Saul sebagai musuhnya. Daud tidak mau main hakim sendiri karena sadar bahwa hanya Tuhan yang berhak untuk menghakimi dan menghukum orang yang bersalah (ayat 13). Hanya Tuhan yang adil dan memiliki pertimbangan yang menyeluruh. Dengan menahan diri dari "menjamah" Saul, Daud membuktikan kepada Saul dan semua orang bahwa ia memang tak memiliki niat buruk pada Saul.

Banyak orang yang juga seperti Saul, begitu ketakutan terhadap orang-orang yang dianggap berpotensi merebut kedudukannya. Orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pelayanan pun tak terlepas dari ketakutan seperti itu. Bila kita berada dalam posisi seperti Daud dan menerima perlakuan seperti yang Daud alami, direndahkan, dianggap tak becus, bahkan difitnah, tak perlu dendam dan main hakim sendiri. Ingatlah bahwa pelayanan yang kita kerjakan berasal dari Tuhan dan bagi kemuliaan Dia. Maka yang penting kita lakukan adalah mengerjakan pelayanan dengan setia.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini