|
Judul: Bertumbuhlah!
Kita memiliki Kristus ketika kita memercayai Allah. Namun iman tidak
berhenti sampai di situ. Kita harus bertumbuh menjadi semakin
serupa dengan Yesus karena Dia telah tinggal di dalam diri kita.
Jangan lagi kita hidup seperti saat kita belum mengenal Kristus.
Sayangnya tidak setiap orang yang telah lahir baru mengalami hal itu.
Memang ada orang yang bertumbuh dalam pengetahuan yang benar akan
Kristus dan memiliki kehidupan yang berbuah. Namun ada juga yang
malah menjadi batu sandungan. Orang-orang seperti ini
kelihatannya tak pernah beranjak dari pengalaman ketika mereka
pertama kali bertemu dengan Kristus. Mereka tak pernah bertumbuh
dan tentu saja tidak berbuah. Oleh karena itu, Petrus menasihati
orang-orang yang sudah lahir baru untuk bertumbuh. Orang beriman
harus berusaha mengembangkan kualitas dan citra Kristus di dalam
dirinya. Sebab itu, seharusnya tidak ada istilah \'jalan di
tempat\' dalam perjalanan iman seorang percaya. Orang beriman
harus menghasilkan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri,
ketekunan, kesalehan, kasih terhadap saudara-saudara seiman, dan
kasih terhadap semua orang (ayat 5-7). Itulah bukti iman. Jika
semua itu ada di dalam diri kita dan bertumbuh, niscaya hidup
kita akan berbuah (ayat 8) dan kita tidak akan tersandung (ayat
10).
Orang yang tak peduli dan tidak bergumul untuk menghasilkan buah roh
berarti ia buta. Ketika ia melihat ke depan, semua janji Allah
terlihat kabur. Ketika ia melihat ke belakang, pengampunan yang
semula membawa kesukaan seolah terlupakan. Kebutaan untuk melihat
kuasa Allah di masa lalu dan sekarang, akan merintangi kuasa
ajaib itu bekerja di dalam diri kita. Akhirnya kebutaan itu
menenggelamkan kita. Kiranya hal semacam itu tidak terjadi pada
diri kita.
Saat kita beriman kepada Kristus, itu berarti kita masuk ke dalam
gelanggang pertandingan iman. Meski berat, jangan pernah mundur!
Ingatlah bahwa bagi kita tersedia kuasa Ilahi yang memampukan
kita untuk melakukan kebenaran.
|