|
Judul: Bermurah hati
Dari berbagai karakter kebajikan yang tercantum dalam buah roh (Gal.
5:22-23), yang harus dikembangkan anak-anak Tuhan, kemurahan hati
mungkin merupakan salah satu yang sulit untuk dimiliki. Mengapa?
Karena dunia ini penuh dengan sikap mau menang sendiri dan tidak
peduli pada orang lain. Kita terbiasa dengan gaya hidup yang
berpusat pada diri sendiri sehingga tidak merasa punya tanggung
jawab untuk menolong sesama. Alasan lain adalah karena biasanya
orang yang murah hati menjadi sasaran pemerasan mereka yang licik
dan rakus. Ini menyebabkan si korban menjadi \'trauma\', dan orang
lain jadi ambil amannya saja, yaitu ikut-ikutan tidak peduli
sekitar.
Sebenarnya budaya pada masa kerajaan Israel adalah budaya saling
peduli dan tolong menolong. Kehadiran Daud dan para pengikutnya
yang tidak memiliki tempat tinggal tetap, membutuhkan uluran
tangan dari penduduk kota terdekat untuk memenuhi kebutuhan hidup
mereka. Sebaliknya kehadiran mereka dibutuhkan penduduk kota
untuk melindungi mereka dari pihak-pihak jahat. Sayang sekali
kisah ini mencatat seorang Nabal yang sesuai dengan arti namanya,
bebal, menolak menyatakan kepedulian terhadap Daud dan
pengikutnya. Padahal ia dan keluarganya telah merasakan
perlindungan dari kelompok Daud. Sikap arogan dan masa bodoh
Nabal membangkitkan amarah Daud sehingga Daud angkat senjata
untuk membasmi seisi rumah tangga Nabal. Beruntung sekali istri
Nabal, Abigail, cepat tanggap sebelum pertumpahan darah terjadi.
Peka dan tanggap terhadap situasi dan lingkungan sekitar adalah
karakter yang harus dibangun dalam diri seorang Kristen. Memang
terkadang kebaikan kita bisa disalah mengerti bahkan
disalahgunakan. Namun kemurahan harus menjadi prinsip kita dalam
melayani sesama. Ingat, Kristus sendiri turun ke dunia, menjadi
manusia, untuk melayani kita. Walau ditolak, disalah mengerti,
bahkan dimanfaatkan secara keliru, Ia tetap memberi yang terbaik
bagi orang lain.
|