|
Judul: Yesus pasti datang kembali
Pandangan ekstrim tentang kedatangan Yesus yang kedua kali terbagi
dua. Ada orang-orang yang menganggap kedatangan itu tidak mungkin
terjadi (ayat 4). Namun ada juga orang-orang yang begitu yakin
terhadap kedatangan itu sampai sibuk menghitung-hitung tanggal
kedatangan-Nya. Lalu bagaimana seharusnya sikap kita?
Petrus mengajarkan tiga hal penting mengenai kedatangan Yesus yang
kedua. Pertama, Tuhan adalah kekal dan tidak dibatasi ruang dan
waktu. Perspektif waktu Tuhan berbeda dengan manusia (ayat 8).
Masalah waktu kedatangan Yesus yang kedua kali ada dalam
kedaulatan Allah. Kita tidak dapat memperkirakan waktu itu. Yang
dapat kita lakukan adalah menanti dengan sikap berjaga-jaga (ayat
10, band. 1 Ptr. 4:7; Mat. 24:36-44). Kedua, Tuhan tidak lalai
menepati janji-Nya (ayat 9). Meski terasa lama, Tuhan tidak
melupakan janji kedatangan-Nya. Petrus menyatakan bahwa
"penundaan" itu bukan karena Tuhan lalai, melainkan karena
kasih-Nya yang mendalam kepada manusia. Tuhan masih ingin memberi
waktu kepada manusia agar mengenal Dia dan bertobat dari dosa
mereka. Jika Yesus belum datang juga, hal itu harus dilihat
sebagai tanda kesabaran dan kasih-Nya. Ketiga, kita harus melihat
kedatangan Yesus dari dua perspektif, yaitu kehancuran dunia
(ayat 11-12) dan pengharapan (ayat 13). Kedatangan Yesus menandai
akhir dunia ini dengan penghancuran dunia dan penghukuman kepada
orang yang tidak percaya. Namun orang percaya punya pengharapan
akan langit dan bumi baru yang penuh kebenaran (band. Why.
21:1-4).
Hendaklah kita tidak ragu dalam menantikan kedatangan Yesus.
Keyakinan itu seharusnya memacu kita untuk hidup dalam kekudusan
dan kesalehan (ayat 11). Orang Kristen harus hidup dengan
mengingat terus hari kemuliaan itu. Pada hari itu Yesus akan
datang kembali dan memberi mahkota kepada mereka yang hidup dalam
kesalehan dan setia bekerja bagi Dia (band. 2 Tim. 4:8; 1 Ptr.
5:4). Tuhan tidak pernah melupakan janji-Nya.
|