|
Judul: Mewaspadai guru palsu
Pada umumnya gereja menghadapi ancaman dari dua pihak. Yang pertama
adalah ancaman dari luar gereja, antara lain penganiayaan dari
pihak-pihak non-Kristen. Yang kedua adalah ancaman dari dalam
gereja sendiri, yaitu adanya pengajaran-pengajaran yang tidak
sesuai dengan kebenaran Alkitab. Ancaman yang kedua ini jauh
lebih berbahaya daripada yang pertama karena dapat menjauhkan
umat Allah dari kebenaran firman Tuhan.
Sejarah PL memperlihatkan tampilnya nabi-nabi palsu di tengah umat
Allah. Petrus mengingatkan bahwa pada zamannya dan masa yang akan
datang, guru-guru palsu juga akan muncul di tengah-tengah gereja.
Ini sesuai dengan perkataan Yesus (Mat. 24:5, 11-12, 24).
Bagaimana mengenali guru-guru palsu itu? Pertama, mereka membawa
pengajaran yang menyesatkan, bahkan dapat membawa kepada
kebinasaan karena menyangkal Tuhan yang menebus mereka (ayat 1).
Pengajaran sesat ini berlawanan dengan "Jalan Kebenaran (ayat
2)," yaitu pengajaran sesuai Kitab Suci. Kedua, kehidupan mereka
penuh dosa dan hawa nafsu. Celakanya, banyak orang terpengaruh
gaya hidup demikian (ayat 2). Ketiga, mereka akan memberitakan
apa saja yang menyenangkan pendengarnya dengan motivasi
mendapatkan keuntungan materi (ayat 3).
Gereja masa kini juga tak luput dari hadirnya guru palsu yang
menyamar sebagai malaikat terang, yang memberitakan pengajaran
yang berlawanan dengan Kitab Suci. Mereka tidak berbicara atas
dorongan Roh Kudus (band. 2Ptr. 1:20-21). Namun Allah tidak akan
membiarkan penyesatan dan para pelakunya berlalu dengan aman
(ayat 4-10a). Walau demikian, dalam penghakiman Allah terdapat
anugerah untuk mereka yang hidup benar, seperti Nuh dan Lot (ayat
5, 7-9).
Kita dipanggil untuk selalu menguji pengajaran yang kita terima
(1Tes. 5:21; 1Yoh. 4:1) dan mengikuti pengajaran yang benar.
Ingatlah betapa dahsyatnya penghakiman Allah. Kita juga dipanggil
untuk hidup dalam kekudusan, bukan dalam hawa nafsu.
|