Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 2Petrus 2:1-10a
< Juli
2008
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Rabu 23 Juli 2008

Judul: Mewaspadai guru palsu
Pada umumnya gereja menghadapi ancaman dari dua pihak. Yang pertama adalah ancaman dari luar gereja, antara lain penganiayaan dari pihak-pihak non-Kristen. Yang kedua adalah ancaman dari dalam gereja sendiri, yaitu adanya pengajaran-pengajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab. Ancaman yang kedua ini jauh lebih berbahaya daripada yang pertama karena dapat menjauhkan umat Allah dari kebenaran firman Tuhan.

Sejarah PL memperlihatkan tampilnya nabi-nabi palsu di tengah umat Allah. Petrus mengingatkan bahwa pada zamannya dan masa yang akan datang, guru-guru palsu juga akan muncul di tengah-tengah gereja. Ini sesuai dengan perkataan Yesus (Mat. 24:5, 11-12, 24). Bagaimana mengenali guru-guru palsu itu? Pertama, mereka membawa pengajaran yang menyesatkan, bahkan dapat membawa kepada kebinasaan karena menyangkal Tuhan yang menebus mereka (ayat 1). Pengajaran sesat ini berlawanan dengan "Jalan Kebenaran (ayat 2)," yaitu pengajaran sesuai Kitab Suci. Kedua, kehidupan mereka penuh dosa dan hawa nafsu. Celakanya, banyak orang terpengaruh gaya hidup demikian (ayat 2). Ketiga, mereka akan memberitakan apa saja yang menyenangkan pendengarnya dengan motivasi mendapatkan keuntungan materi (ayat 3).

Gereja masa kini juga tak luput dari hadirnya guru palsu yang menyamar sebagai malaikat terang, yang memberitakan pengajaran yang berlawanan dengan Kitab Suci. Mereka tidak berbicara atas dorongan Roh Kudus (band. 2Ptr. 1:20-21). Namun Allah tidak akan membiarkan penyesatan dan para pelakunya berlalu dengan aman (ayat 4-10a). Walau demikian, dalam penghakiman Allah terdapat anugerah untuk mereka yang hidup benar, seperti Nuh dan Lot (ayat 5, 7-9).

Kita dipanggil untuk selalu menguji pengajaran yang kita terima (1Tes. 5:21; 1Yoh. 4:1) dan mengikuti pengajaran yang benar. Ingatlah betapa dahsyatnya penghakiman Allah. Kita juga dipanggil untuk hidup dalam kekudusan, bukan dalam hawa nafsu.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini