|
Judul: Masih tidak percaya?
Meski tahu bahwa masa hidupnya tidak lama lagi, Petrus tetap
memerhatikan orang-orang yang telah dia layani. Melihat situasi
dan kondisi mereka, Petrus berkesimpulan bahwa mereka tetap harus
diingatkan (ayat 12), didorong (ayat 13-14), dan diberitahu ulang
mengenai kebenaran dasar yang telah dia ajarkan pada mereka (ayat
15).
Mengapa Petrus merasa perlu melakukan semua itu? Karena mereka mulai
meninggalkan kebenaran. Guru-guru palsu dan para pengejek
berusaha menarik mereka dari damai sejahtera dan penyerahan pada
Kristus. Maka Petrus mengingatkan bahwa mereka telah ambil bagian
dalam keilahian Kristus. Itulah yang akan memampukan mereka
menghadapi segala sesuatu yang berusaha merebut mereka dari
Kristus. Setelah mengalami kelahiran kembali, mereka harus
melangkah ke arah kedewasaan rohani dan memiliki hidup yang
berbuah. Mereka juga harus menggunakan Alkitab sebagai cermin
untuk mengevaluasi perjalanan iman mereka.
Mengapa Petrus punya keyakinan yang begitu mendalam pada Yesus? Sebab
ia telah mendengar sendiri suara Allah yang menyatakan
perkenan-Nya atas Yesus, saat Ia dimuliakan di atas gunung (Mat.
17:1-13; Mrk. 9:2-13; Luk. 9:28-36). Saat itu, ia menyaksikan
tubuh dan pakaian Yesus jadi berkemilau. Namun Petrus juga
menyatakan bahwa para nabi sebelumnya juga telah memberikan
kesaksian tentang kedatangan Kristus yang kedua kali. Jadi jika
Petrus telah menyaksikan sendiri bahwa para nabi, bahkan Allah
sendiri pun telah menyatakan kesaksian mereka, adakah lagi alasan
untuk tidak percaya bahwa Yesus akan datang untuk kedua kali?
Kita memang tidak punya pengalaman menakjubkan seperti Petrus. Namun
itu bukan alasan untuk membenarkan ketidakpercayaan kita. Sebab
kita memiliki kesaksian nabi dalam Alkitab. Semua nubuat mengenai
kelahiran, hidup, pelayanan, kematian, dan kebangkitan Yesus,
telah terbukti. Jadi tidak ada alasan untuk tidak percaya bahwa
Tuhan Yesus suatu hari kelak akan datang dalam kemuliaan.
|