Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 2Petrus 2:17-22
< Juli
2008
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Jumat 25 Juli 2008

Judul: Hidup dan melayani selaras firman
Meski sesat, ada saja orang yang termakan pengajaran para guru palsu dan menjadi korban. Apa "umpan" yang dipakai para guru palsu untuk menjerat korban mereka?

Pertama, mereka memakai kata-kata yang congkak dan hampa (ayat 18). Mereka membungkus pengajaran mereka dengan kata-kata yang menarik dan membuai. Mereka pintar bicara, tetapi isinya kosong dan tidak bermanfaat bagi pertumbuhan rohani. Mereka dapat diibaratkan mata air yang kering dan kabut yang dihalaukan taufan (ayat 17). Pengajaran mereka adalah kesia-siaan. Kedua, para guru palsu itu memanfaatkan hawa nafsu cabul untuk menjerat orang-orang yang lemah (ayat 18). Mereka mengumbar tawaran menikmati sensualitas tanpa batas. Mereka menawarkan kemerdekaan dari batas-batas moral dan kekudusan yang Allah tentukan (ayat 19, 21).

Ironisnya, sementara mereka menawarkan kemerdekaan untuk mengejar nafsu, mereka sesungguhnya diperbudak nafsu. Oleh karena itu, Petrus memperingatkan bahwa orang-orang yang terpancing penyesatan para guru palsu itu (ayat 20-22) akan mengalami keadaan yang lebih buruk daripada keadaan semula (band. Mat. 12:43-45). Mereka mungkin pernah berusaha mengikuti Jalan Kebenaran, tetapi kemudian meninggalkan jalan itu. Ini menunjukkan bahwa pada dasarnya mereka belum memiliki keselamatan sejati, karena mereka masih hidup dalam dosa. Keadaan ini digambarkan dengan peribahasa "anjing yang kembali ke muntahnya dan babi yang kembali ke kubangannya" (ayat 22). Bisa jadi ada orang yang penampilan lahiriahnya saleh dan memesona dengan kata-kata rohani. Namun akhirnya mereka akan kembali kepada "kubangan dosanya", karena itulah natur mereka.

Kita harus waspada dengan berbagai pengajaran yang beredar di gereja saat ini. Jangan mudah tertarik kepada pengkhotbah yang fasih lidah dan banyak mengumbar janji. Jangan hanya melihat kharisma dan pengetahuan mereka. Lihatlah, apakah mereka memberitakan kebenaran Tuhan yang sejati dan hidup selaras dengan pengajaran mereka.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini