|
Judul: Lawan kesesatan dengan firman
Hal-hal baru yang menarik mudah membuat kita melupakan hal-hal lama
yang penting. Ajaran-ajaran baru dari para penyesat seringkali
menggoyahkan iman jemaat.
Petrus memperingatkan jemaat tentang penyesatan yang berkaitan dengan
kedatangan Yesus yang kedua kali (ayat 1,4). Penyesatan ini akan
terjadi pada hari-hari akhir (ayat 3). Istilah hari-hari akhir di
dalam PB biasanya merujuk pada masa yang dimulai setelah
kedatangan Yesus yang pertama. Jadi sejak abad pertama sampai
kini adalah hari-hari akhir. Akan muncul banyak pengejek pada
hari-hari akhir yang membangkitkan keraguan orang terhadap
kedatangan Yesus yang kedua kali. Mereka menyatakan bahwa Allah
tidak berkarya lagi dalam sejarah sehingga dunia tidak perlu
berharap lagi pada campur tangan Ilahi (ayat 4). Mereka lupa atau
sengaja mengabaikan fakta bahwa Allah masih berkarya dalam
sejarah (ayat 5-6).
Maka Petrus melawan pandangan para pengejek itu dengan firman Tuhan.
Allah jelas berkarya dalam penciptaan (Kej. 1). Peristiwa air bah
pada zaman Nuh membuktikan bahwa Allah tidak lalai untuk campur
tangan dalam sejarah. Bahkan campur tangan Allah dalam sejarah
akan berlanjut sampai hari penghakiman yang merupakan hari
kebinasaan bagi orang fasik (ayat 7). Mereka yang sinis terhadap
hari penghakiman justru akan mengalami penghakiman Allah yang
mengerikan.
Firman Tuhan telah membuktikan kesalahan pandangan para pengejek itu.
Sebab itu, betapa perlunya orang Kristen mengingat firman Tuhan
yang telah disampaikan oleh para nabi, Tuhan Yesus dan juga para
rasul-Nya (ayat 2). Selain mendengar, pakailah firman Tuhan
sebagai senjata untuk menghadapi segala pengajaran dan situasi
baru yang terus bermunculan. Zaman akhir ini ditandai dengan
banyaknya pengajaran yang menyimpang dari kebenaran (1Tim.
4:1-2). Namun kita harus mengingat bahwa pengajaran yang baru dan
menarik belum tentu benar, sekalipun banyak pengikutnya. Bila
kita tidak ingin sesat, selidikilah terus kebenaran firman Tuhan
dan berpeganglah teguh pada kebenaran itu.
|