Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 1Samuel 29:1-11
< Juli
2008
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Rabu 16 Juli 2008

Judul: Kemurahan Tuhan
Upaya manusia menyelesaikan masalahnya sendiri seringkali justru membuahkan masalah yang lebih besar. Sama seperti berusaha menutupi satu dosa dengan dosa lainnya. Oleh karena itu kita butuh untuk selalu dekat dengan Tuhan dan membiarkan Tuhan campur tangan dalam setiap masalah yang kita hadapi.

Daud berada dalam situasi yang serba salah karena ia telah mencari jalan keluar sendiri dari permasalahannya. Padahal sebenarnya Tuhan sudah campur tangan sejak awal. Terbukti bahwa pelariannya ke Gat akhirnya membuahkan masalah. Perintah Akhis jelas, Daud dan pasukannya harus membantu Filistin melawan Israel, bangsanya sendiri (1Sam. 28:1). Itu berarti Daud harus berhadapan dengan Saul, Yonatan, dan pasukan Israel! Bayangkan! Bila ini sampai terjadi, bukankah Daud benar-benar menjadi pengkhianat bangsa? Sekali ini, Daud tidak tahu harus bertindak apa.

Syukur kepada Tuhan, walau Daud telah bersalah karena mencari jalannya sendiri, Tuhan masih berkenan menolong dia. Tuhan memakai kecurigaan dan ketidakpercayaan raja-raja Filistin lainnya terhadap kumpulan orang Ibrani itu, sehingga Raja Akhis terpaksa melepaskan Daud dan pasukannya dari kewajiban berperang bagi Filistin saat melawan Israel (ayat 6-7). Tentu hal ini menimbulkan kelegaan besar bagi Daud. Beban yang berat di bahunya diangkat.

Adakah pengalaman Anda yang mirip dengan yang pernah Daud alami? Pernahkah Anda melakukan kesalahan, yang oleh karena kemurahan dan keajaiban Tuhan, akibatnya tidak harus Anda tanggung sendiri? Kita harus bersyukur atas segala kebaikan Tuhan. Ia begitu panjang sabar. KemurahanNya begitu besar sehingga Ia mau melepaskan kita dari jerat yang kita anyam sendiri. Namun tentu saja, itu bukan alasan bagi kita untuk melakukan kesalahan yang sama berulang kali. Yang kita harus lakukan adalah bertekad untuk lebih setia lagi mengikuti petunjuk firman-Nya, serta lebih bersungguh-sungguh lagi melayani Tuhan.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini