|
Judul: Kemurahan Tuhan
Upaya manusia menyelesaikan masalahnya sendiri seringkali justru
membuahkan masalah yang lebih besar. Sama seperti berusaha
menutupi satu dosa dengan dosa lainnya. Oleh karena itu kita
butuh untuk selalu dekat dengan Tuhan dan membiarkan Tuhan campur
tangan dalam setiap masalah yang kita hadapi.
Daud berada dalam situasi yang serba salah karena ia telah mencari
jalan keluar sendiri dari permasalahannya. Padahal sebenarnya
Tuhan sudah campur tangan sejak awal. Terbukti bahwa pelariannya
ke Gat akhirnya membuahkan masalah. Perintah Akhis jelas, Daud
dan pasukannya harus membantu Filistin melawan Israel, bangsanya
sendiri (1Sam. 28:1). Itu berarti Daud harus berhadapan dengan
Saul, Yonatan, dan pasukan Israel! Bayangkan! Bila ini sampai
terjadi, bukankah Daud benar-benar menjadi pengkhianat bangsa?
Sekali ini, Daud tidak tahu harus bertindak apa.
Syukur kepada Tuhan, walau Daud telah bersalah karena mencari
jalannya sendiri, Tuhan masih berkenan menolong dia. Tuhan
memakai kecurigaan dan ketidakpercayaan raja-raja Filistin
lainnya terhadap kumpulan orang Ibrani itu, sehingga Raja Akhis
terpaksa melepaskan Daud dan pasukannya dari kewajiban berperang
bagi Filistin saat melawan Israel (ayat 6-7). Tentu hal ini
menimbulkan kelegaan besar bagi Daud. Beban yang berat di bahunya
diangkat.
Adakah pengalaman Anda yang mirip dengan yang pernah Daud alami?
Pernahkah Anda melakukan kesalahan, yang oleh karena kemurahan
dan keajaiban Tuhan, akibatnya tidak harus Anda tanggung sendiri?
Kita harus bersyukur atas segala kebaikan Tuhan. Ia begitu
panjang sabar. KemurahanNya begitu besar sehingga Ia mau
melepaskan kita dari jerat yang kita anyam sendiri. Namun tentu
saja, itu bukan alasan bagi kita untuk melakukan kesalahan yang
sama berulang kali. Yang kita harus lakukan adalah bertekad untuk
lebih setia lagi mengikuti petunjuk firman-Nya, serta lebih
bersungguh-sungguh lagi melayani Tuhan.
|