Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 1Samuel 16:1-23
< Juni
2008
>
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Minggu, 29 Juni 2008

Judul: Hikmat dan urapan Roh
Orang yang dipakai Tuhan, pasti Tuhan karuniai hikmat dan urapan Roh. Tanpa hikmat, pelayanan tak bisa dijalankan secara maksimal dan kehendak Tuhan tak bisa dilaksanakan dengan sempurna. Tanpa pengurapan Roh, maka yang dilakukan seseorang bukanlah pelayanan, tetapi hanya kegiatan agamawi semata, tanpa arah.

Samuel adalah seorang yang dikaruniai hikmat dan urapan Roh. Saat itu Samuel menghadapi dilema: ia harus menaati firman Tuhan untuk pergi mengurapi Daud, menggantikan Saul sebagai raja. Namun bila ia berterus terang akan misinya, Saul akan membunuh dia. Hikmat Tuhan menolong Samuel untuk menyatakan hal yang tepat. Dia diutus Tuhan untuk mengadakan upacara persembahan kurban. Nanti di tengah upacara tersebut, Tuhan akan menyatakan pengurapan-Nya. Hikmat Tuhan juga nyata ketika Samuel harus menemukan siapa di antara anak-anak Isai yang Tuhan pilih. Jelas kriteria Tuhan sangat berbeda daripada yang dipikirkan manusia: "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati" (ayat 7b).

Daud yang diurapi Tuhan melalui Samuel adalah pemimpin yang diurapi. Pernyataan Alkitab sangat jelas. "berkuasalah Roh TUHAN atas Daud" (ayat 13b). Pada saat yang sama, Roh Tuhan undur daripada Saul (ayat 14). Memang pada masa Perjanjian Lama, Roh Kudus belum dicurahkan dalam hati orang percaya secara permanen. Roh Tuhan dicurahkan kepada orang-orang yang Tuhan pilih untuk melakukan tugas tertentu. Mereka yang tidak taat pada Tuhan akan mengalami nasib seperti Saul, ditolak Tuhan.

Apa yang nyata buat Samuel dan Daud seharusnya nyata pula buat kita hamba-hamba-Nya pada masa kini. Terlebih Roh Kudus sudah dicurahkan secara permanen di hati setiap orang percaya. Mari andalkan pimpinan Roh Kudus dan minta hikmat Allah dalam pelayanan kita agar dengan cerdik dan tulus (Mat. 10:16) kita menjadi berkat bagi sesama.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini