|
Judul: Hikmat dan urapan Roh
Orang yang dipakai Tuhan, pasti Tuhan karuniai hikmat dan urapan
Roh. Tanpa hikmat, pelayanan tak bisa dijalankan secara maksimal
dan kehendak Tuhan tak bisa dilaksanakan dengan sempurna. Tanpa
pengurapan Roh, maka yang dilakukan seseorang bukanlah
pelayanan, tetapi hanya kegiatan agamawi semata, tanpa arah.
Samuel adalah seorang yang dikaruniai hikmat dan urapan Roh. Saat
itu Samuel menghadapi dilema: ia harus menaati firman Tuhan
untuk pergi mengurapi Daud, menggantikan Saul sebagai raja.
Namun bila ia berterus terang akan misinya, Saul akan membunuh
dia. Hikmat Tuhan menolong Samuel untuk menyatakan hal yang
tepat. Dia diutus Tuhan untuk mengadakan upacara persembahan
kurban. Nanti di tengah upacara tersebut, Tuhan akan menyatakan
pengurapan-Nya. Hikmat Tuhan juga nyata ketika Samuel harus
menemukan siapa di antara anak-anak Isai yang Tuhan pilih. Jelas
kriteria Tuhan sangat berbeda daripada yang dipikirkan manusia:
"Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat
apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati" (ayat 7b).
Daud yang diurapi Tuhan melalui Samuel adalah pemimpin yang diurapi.
Pernyataan Alkitab sangat jelas. "berkuasalah Roh TUHAN atas
Daud" (ayat 13b). Pada saat yang sama, Roh Tuhan undur daripada
Saul (ayat 14). Memang pada masa Perjanjian Lama, Roh Kudus
belum dicurahkan dalam hati orang percaya secara permanen. Roh
Tuhan dicurahkan kepada orang-orang yang Tuhan pilih untuk
melakukan tugas tertentu. Mereka yang tidak taat pada Tuhan akan
mengalami nasib seperti Saul, ditolak Tuhan.
Apa yang nyata buat Samuel dan Daud seharusnya nyata pula buat kita
hamba-hamba-Nya pada masa kini. Terlebih Roh Kudus sudah
dicurahkan secara permanen di hati setiap orang percaya. Mari
andalkan pimpinan Roh Kudus dan minta hikmat Allah dalam
pelayanan kita agar dengan cerdik dan tulus (Mat. 10:16) kita
menjadi berkat bagi sesama.
|