|
Judul: Ikabod
Dalam beberapa catatan Alkitab tentang peperangan Israel melawan
musuh-musuhnya, inilah salah satu catatan paling kelabu. Israel
kalah secara memalukan, baik secara militer, tetapi terutama
dalam perspektif rohani: Israel telah diserahkan Tuhan kepada
musuh mereka.
Kekalahan Israel terjadi karena mereka berdosa terhadap Tuhan. Para
pemimpin mereka telah melecehkan Tuhan dengan menajiskan ritual
kurban di rumah Tuhan. Mereka memang kemudian menyadari bahwa
kekalahan mereka (ayat 2) disebabkan Tuhan tidak menyertai
mereka (ayat 3). Namun bukan bertobat, mereka justru bertindak
konyol dengan memperlakukan Allah seakan-akan bisa diatur untuk
membela umat-Nya. Dengan mengusung Tabut Perjanjian ke medan
perang, mereka sudah merendahkan lambang kehadiran Allah itu.
Mereka menyamakan Tabut Perjanjian dengan berhala bang-sa kafir
yang biasa diusung untuk ikut berperang. Bangsa kafir memang
percaya bahwa saat mereka berperang, dewa mereka pun ikut
berperang melawan dewa musuh. Kalau dewa mereka menang perang,
berarti mereka pun akan menang. Lihat saja sikap orang Filistin
ketika melihat tabut perjanjian Allah dibawa ke medan
pertempuran (ayat 7-9).
Allah tidak dapat diatur-atur, apalagi dipermainkan. Justru akibat
malang dialami secara dahsyat oleh Israel. Menurut laporan yang
disampaikan oleh seorang prajurit yang luput dari pertempuran
kepada Imam Eli: "Orang Israel melarikan diri..., kekalahan yang
besar telah diderita..., kedua anakmu Hofni dan Pinehas, telah
tewas, dan tabut Allah sudah dirampas" (ayat 17). Tepat kalau
kekalahan Israel terjadi karena ikabod, kemuliaan Allah,
meninggalkan Israel.
Sungguh mengerikan akibat ditinggalkan Tuhan. Hal ini hanya akan
terjadi kalau kita tidak merespons anugerah dan kesempatan
melayani Tuhan dengan benar. Mari kita mendoakan para pemimpin
kita agar memimpin bangsa kita dalam kebenaran dan keadilan,
dengan sikap hati yang takut dan hormat akan Tuhan.
|