|
Judul: Urapan Ilahi
Siapa yang Tuhan bisa dan mau pakai untuk melaksanakan kehendak dan
mewujudkan rencana-Nya? Bukan orang yang pintar atau
berpengalaman, tetapi mereka yang rendah hati, mau diajar, dan
mau taat pada pimpinan Tuhan.
Saul sedang dipersiapkan oleh Tuhan untuk menjadi raja Israel (ayat
1Sam. 9:16). Samuel harus mengurapi Saul dengan minyak sebagai
tanda pemberian otoritas Ilahi dari Allah. Pengurapan adalah
tanda pelantikan Ilahi kepada seseorang untuk melaksanakan suatu
tugas khusus. Allah memberikan tugas dan otoritas-Nya kepada
hamba yang diurapi. Pertama, oleh pengurapan Allah, Roh Tuhan
menyatakan penyertaan dan kepemimpinan-Nya atas Saul sehingga ia
dapat melaksanakan tugas panggilannya (ayat 6-7). Kedua, Roh
Tuhan mengubah hati Saul (ayat 9). Dia kepenuhan Roh dan
bernubuat seperti layaknya nabi (ayat 5-6, 10). Saul diubah
hatinya oleh Allah, artinya ia mengalami perubahan sifat batin.
Sifat ini bisa dan harus dipelihara melalui ketaatan kepada
Allah. Salah satu bentuk ketaatan itu adalah Saul diminta dengan
setia menantikan kedatangan Samuel, untuk nantinya ia dilantik
sebagai raja di hadapan Allah (ayat 8) dan dikenali oleh umat
Israel (ayat 17-27).
Semua pengikut Kristus telah dipenuhi (Rm. 8:15-16) dan diurapi Roh
Kudus untuk meneguhkan panggilan-Nya (ayat 2Kor. 1:21; 1Yoh.
2:20). Roh yang mendiami kita akan menolong terbentuknya buah
Roh, yaitu sifat Kristus dalam kehidupan kita (Gal. 5:22-23).
Pengurapan Roh Kudus akan memampukan untuk melakukan lebih dari
apa yang kita telah lakukan. Ia juga memampukan kita
menyampaikan firman Allah meski ada tantangan, memberikan hikmat
dalam berkata-kata tentang Injil, sehingga kita bisa bersaksi
tentang Injil.
Sebab itu, marilah kita merespons Roh Kristus dalam hati kita
dengan ketaatan sehingga hidup dan pelayanan kita memuliakan
Allah.
Doa: Tuhan, urapi kami untuk mampu melakukan tugas kami. Agar sesuai
kehendak-Mu, kami jadi berkat bagi sesama.
|