Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 1Samuel 2:1-10
< Juni
2008
>
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Selasa, 10 Juni 2008

Judul: Ditinggikan vs direndahkan
Kemashyuran Tuhan bukan semata karena segala kebaikan yang Dia perbuat atas umat-Nya, melainkan juga karena keadilan-Nya yang Dia tegakkan melawan orang-orang yang tinggi hati. Itulah yang menjadi pengalaman gereja dan anak-anak Tuhan sepanjang zaman.

Pujian Hana yang merayakan kebaikan Tuhan karena meninggikan mereka yang rendah, lemah, dan terpinggirkan di mata dunia ini, bukan hanya karena pengalaman pribadi-nya (ayat 1-3, 5). Pujian ini menyingkapkan sifat dan cara Allah berkarya di dalam umat-Nya dan melalui hamba-Nya. Allah adalah kudus, dapat menjadi tempat bersandar, mahatahu, dan adil (ayat 2-3). Dia bertindak dalam kemahakuasaan-Nya atas para pemimpin (ayat 4), atas perempuan mandul (ayat 5), atas hidup dan mati (ayat 6), atas perbedaan status yang dibuat oleh manusia berdosa (ayat 7-8), dan atas para pelaku kejahatan (ayat 9).

Pujian Hana ini semacam nubuat akan hadirnya raja yang bertindak atas nama Allah untuk menegakkan keadilan, mewujudkan kedaulatan-Nya dengan menjungkirbalikkan kejahatan, ketidakadilan, dan kebanggaan semu (ayat 10). Memang 1 Samuel ini ditulis untuk memperlihatkan bagaimana Allah memegang kendali atas sejarah umat-Nya. Bangsa Israel memang penuh kelemahan. Bagi bangsa lain, Israel \'mandul\', tidak menjadi kesaksian apalagi menjadi imam bagi bangsa-bangsa kafir. Sementara di dalamnya, ketidakadilan merajalela. Hanya Tuhan yang bisa membalikkan arah sejarah yang berjalan keliru. Ia melakukannya melalui hamba-Nya yang diurapi. Nubuat ini digenapi lewat Raja Daud dan keturunannya dalam skala nasional. Namun dalam skala dunia, peng-genapan datang lewat Mesias, yang akan membawa keadilan dan keselamatan bagi bangsa-bangsa.

Allah berkarya dalam hidup anak-anak-Nya, bukan karena keperkasaan ataupun kepintaran mereka. Sebaliknya, yang rendah di mata dunia akan diberi-Nya kuasa untuk menegakkan Kerajaan-Nya yang bukan berasal dari dunia ini, yaitu kerajaan yang adil dan sejahtera.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini