Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Hakim 20:18-48
< Juni
2008
>
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Jumat, 6 Juni 2008

Judul: Dahulukan Allah!
Pencarian akan kehendak Allah rupanya masih dianggap penting oleh Israel. Mereka ingin tahu bagaimana strategi Allah agar mereka dapat memenangkan peperangan itu (ayat 18).

Sampai dua kali, Allah mengizinkan suku Benyamin memenangkan peperangan (ayat 21, 25). Puluhan ribu orang Israel tewas dalam kekalahan itu. Padahal Israel sudah berperang sesuai perkataan Allah. Apakah Allah ingkar janji? Mengapa Ia berbalik kepada suku Benyamin? Namun bukan demikian. Kekalahan Israel bukan karena Allah berkenan atas Benyamin, melainkan karena Dia sedang mendisiplin Israel sebab mereka tidak bergantung sepenuhnya pada pimpinan Allah. Mereka hanya meminta berkat-Nya agar mereka menang. Dengan mengurangi jumlah tentara, Allah ingin mengajar mereka bahwa jumlah tentara bukanlah jaminan kemenangan. Mereka harus percaya kepada Allah, meski terlihat mustahil. Pimpinan Allah melibatkan juga tindakan disiplin kepada umat yang tidak bergantung pada Dia, sama seperti hukuman bagi yang memberontak. Dan memang, dua kali kekalahan membuat Israel sungguh-sungguh bertelut di hadapan Allah. Mereka menangis, berpuasa, dan mempersembahkan korban kepada Allah (ayat 26). Kali ini, Allah bukan hanya memberi restunya (band. ay. 18, 23). Ia menjamin kemenangan Israel (ayat 28). Maka sebelas suku Israel menggunakan strategi Yosua saat menaklukkan kota Ai (Yos. 8).

Terlalu percaya diri karena kemenangan yang diperoleh dua kali berturut-turut, membuat Suku Benyamin mudah terpancing dan masuk jebakan yang disiapkan oleh Israel. Maka Gibea berhasil direbut dan seluruh penduduknya dibunuh. Tiga kali peperangan menyisakan 600 orang Benyamin. Harga yang sangat mahal, yang harus mereka tanggung karena menolak mematuhi Hukum Allah. Itulah akibat bila kasih kepada sesama mengalahkan kasih kepada Allah, dan loyalitas kepada saudara mengalahkan loyalitas kepada Allah. Ingatlah bahwa hukum yang terutama dan yang pertama ialah, "Kasihilah Tuhan Allahmu ..." (Mat. 22:37-38).

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini