|
Judul: Bukan jumlah, tapi Iman
Iman yang benar tertuju kepada Tuhan dan kuasa-Nya. Iman seperti itu
akan melihat perbuatan besar Tuhan yang melampaui kekuatan
manusia.
Kemarin kita telah membaca bahwa Saul yang disertai orang Israel,
telah terdesak dan dikalahkan oleh pasukan Filistin sehingga ia
tidak taat pada Tuhan. Hari ini kita mem-baca bahwa Yonatan,
anaknya mengalahkan musuh hanya dengan seorang bujang pembawa
senjata. Dengan berdua saja, Yonatan berani menyeberang ke dekat
pasukan penga-wal orang Filistin dan mengalahkan kira-kira dua
puluh orang. Kekalahan kecil ini ternyata menimbulkan kegentaran
yang besar di perkemahan Filistin, di padang, dan di antara
seluruh rakyatnya. Bahkan ada tertulis: "bumi gemetar." Mengapa
ini bisa terjadi? Dalam ayat 15b tertulis, "...sehingga menjadi
kegentaran yang dari Allah". Sebagai penutup, dalam ayat 23a
tertulis, "Demikianlah TUHAN menyelamatkan orang Israel pada
hari itu."
Sikap Yonatan adalah sikap orang beriman. Saat menghadapi kesulitan,
ancaman, dan kondisi yang buruk, Yonatan percaya kepada Tuhan.
Ia tahu bahwa kemenangan dalam peperangan bukan terletak pada
besarnya jumlah pasukan, melainkan pada Tuhan yang ada di pihak
mereka. Seperti kata-kata Yonatan sendiri: "...sebab bagi TUHAN
tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun
dengan sedikit orang." (ayat 6c).
Apa tantangan berat yang sedang Anda hadapi dalam hidup sekarang
ini? Apakah Anda sedang didera berbagai problem? Kesulitan
ekonomi, dililit utang, atau masalah rumah tangga? Ingat, jangan
coba-coba cari jalan keluar sendirian! Cari Tuhan dan
bersandarlah hanya kepada Dia, serta taati firman-Nya. Lihatlah
dengan kacamata iman bagaimana Tuhan akan berkarya dalam hidup
Anda. Ia akan menyelamatkan Anda dari semua masalah tersebut
melalui kuasa dan perbuatan-Nya yang ajaib, melampaui yang Anda
dapat pikirkan dan bayangkan.
|