|
Judul: Dahsyatnya berita penghukuman
Dapatkah Anda mengingat-ingat suka duka yang pernah Anda alami dalam
pelayanan? Tentu ada hal yang sulit, tetapi sekaligus indah.
Sulit, karena Anda harus memelihara hidup kudus dan adil seperti
Tuhan dan siap ditolak orang seperti yang dialami Tuhan. Indah,
karena menjadi hamba Tuhan berarti mengalami Tuhan secara dekat
dan nyata dalam memproses, mengutus, serta menyertai hamba-Nya.
Firman yang harus Yehezkiel beritakan bukan firman ringan melainkan
berat karena sarat dengan rencana Tuhan menghukum Israel. Itu
sebabnya, gulungan kitab itu berjudul Nyanyian Ratapan, Keluh
kesah, dan Rintihan (ayat 2:10). Namun demikian, ketika Yehezkiel
memakannya terasa manis (ayat 3:3). Manis, tentu bukan karena
kitab itu berisikan penghukuman melainkan karena perjumpaan
Yehezkiel dengan firman Ilahi.
Tugas pemberitaan Yehezkiel sekali lagi diuraikan sebagai hal yang
tidak mengenakkan. Ia harus pergi memberitakan berita negatif itu
bukan kepada bangsa asing melainkan kepada bangsanya sendiri,
yang hadir bersamanya di Babel (ayat 3:5-7). Tuhan sudah
mengingatkan Yehezkiel lebih dahulu bahwa bangsa yang mengenal
Tuhan dan firman-Nya, justru yang menolak mendengar. Mereka
adalah bangsa yang berkepala dan berhati batu (ayat 7). Tugas itu
semakin ditegaskan dengan penglihatan kemuliaan Allah sekali lagi
(ayat 12-13). Hati Yehezkiel terganggu dengan kedahsyatan yang
akan menimpa umat Tuhan kelak. Ia duduk tertegun selama tujuh
hari.
Melayani Tuhan selalu ada suka dan duka. Suka karena kepercayaan
Tuhan atas kita yang dipanggil dan dipilih untuk melayani Dia.
Juga karena kita bisa mengalami kehadiran dan penyertaan, bahkan
pertolongan-Nya saat melayani Dia. Duka, tentu karena penolakan
dari orang-orang yang kita layani bahkan mungkin yang melawan
atau menganiaya kita. Memang melayani Tuhan pasti melibatkan
fisik-emosi-mental kita habis-habisan, tetapi jangan kuatir
karena Dia sendiri yang akan menjadi kekuatan kita!
|