Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Yehezkiel 2:9-3:15
< September
2008
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Selasa 30 September 2008

Judul: Dahsyatnya berita penghukuman
Dapatkah Anda mengingat-ingat suka duka yang pernah Anda alami dalam pelayanan? Tentu ada hal yang sulit, tetapi sekaligus indah. Sulit, karena Anda harus memelihara hidup kudus dan adil seperti Tuhan dan siap ditolak orang seperti yang dialami Tuhan. Indah, karena menjadi hamba Tuhan berarti mengalami Tuhan secara dekat dan nyata dalam memproses, mengutus, serta menyertai hamba-Nya.

Firman yang harus Yehezkiel beritakan bukan firman ringan melainkan berat karena sarat dengan rencana Tuhan menghukum Israel. Itu sebabnya, gulungan kitab itu berjudul Nyanyian Ratapan, Keluh kesah, dan Rintihan (ayat 2:10). Namun demikian, ketika Yehezkiel memakannya terasa manis (ayat 3:3). Manis, tentu bukan karena kitab itu berisikan penghukuman melainkan karena perjumpaan Yehezkiel dengan firman Ilahi.

Tugas pemberitaan Yehezkiel sekali lagi diuraikan sebagai hal yang tidak mengenakkan. Ia harus pergi memberitakan berita negatif itu bukan kepada bangsa asing melainkan kepada bangsanya sendiri, yang hadir bersamanya di Babel (ayat 3:5-7). Tuhan sudah mengingatkan Yehezkiel lebih dahulu bahwa bangsa yang mengenal Tuhan dan firman-Nya, justru yang menolak mendengar. Mereka adalah bangsa yang berkepala dan berhati batu (ayat 7). Tugas itu semakin ditegaskan dengan penglihatan kemuliaan Allah sekali lagi (ayat 12-13). Hati Yehezkiel terganggu dengan kedahsyatan yang akan menimpa umat Tuhan kelak. Ia duduk tertegun selama tujuh hari.

Melayani Tuhan selalu ada suka dan duka. Suka karena kepercayaan Tuhan atas kita yang dipanggil dan dipilih untuk melayani Dia. Juga karena kita bisa mengalami kehadiran dan penyertaan, bahkan pertolongan-Nya saat melayani Dia. Duka, tentu karena penolakan dari orang-orang yang kita layani bahkan mungkin yang melawan atau menganiaya kita. Memang melayani Tuhan pasti melibatkan fisik-emosi-mental kita habis-habisan, tetapi jangan kuatir karena Dia sendiri yang akan menjadi kekuatan kita!

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran