|
Judul: Menyelesaikan pembangunan
Tugas hamba Tuhan dan tugas pemimpin sosial tidak sama. Bagaimanakah
Tuhan memakai peran berbeda itu untuk membangun kerohanian
umat-Nya?
Nabi Hagai dan Zakharia bernubuat kepada orang-orang Yahudi, terutama
yang tinggal di Yerusalem, untuk membangkitkan semangat.
Pembangunan itu memang telah tertunda selama enam belas tahun,
karena umat patah semangat. Tatnai, yang disebut sebagai bupati
daerah sebelah barat sungat Efrat, ternyata bersikap adil
terhadap masyarakat Yahudi. Berbeda dengan pejabat-pejabat yang
datang lebih dahulu. Mereka menghambat jalannya pembangunan oleh
kekuatan surat dari para penghambat.
Saat itu Tuhan memerhatikan dan memberi hikmat pada tua-tua Yahudi.
Campur tangan Tuhan membuat Tatnai dan kawan-kawannya tidak
memaksa mereka berhenti membangun. Walaupun mereka masih harus
menunggu kepastian dari Raja Darius, yang memberi kepastian izin
untuk membangun Bait Suci itu. Tuhan betul-betul memakai Tatnai
untuk melanjutkan pekerjaan merenovasi Bait Allah itu. Melalui
laporan dan kesaksian Tatnai kepada Raja Darius mengenai
orang-orang Yahudi yang sedang membangun, pekerjaan Tuhan dapat
dilanjutkan. Tatnai memperkuat laporannya dengan isi maklumat
Raja Koresy mengenai pembangunan Rumah Allah di Yerusalem.
Sehingga Raja Darius kemudian memerintahkan Tatnai untuk
melindungi dan membantu pekerjaan itu.
Waktu Tuhan tepat. Dia mengutus nabi-nabi-Nya untuk membangkitkan
semangat umat dalam membangun. Tuhan juga memakai orang luar,
yakni Bupati Tatnai dan Raja Darius untuk membantu pembangunan.
Kisah ini menyemangati kita ketika mengalami masalah dan hambatan
dalam melakukan pekerjaan Tuhan. Jangan jadi kecil hati dan patah
semangat, melainkan dekatkanlah hati kita kepada Allah dan
firman-Nya. Tuhan sanggup memakai siapapun untuk menggenapi
rencana-Nya bagi umat-Nya.
|