|
Judul: Pemulihan kembali
Maklumat Raja Koresy mengizinkan orang Yahudi kembali ke tanah airnya
dan membangun kembali rumah bagi Allah mereka. Maklumat ini
menganugerahkan pemulihan martabat bagi mereka, sekaligus
pemulihan rohani.
Bayangkan, puluhan tahun mereka dibuang ke tanah asing dan berada di
bawah tekanan. Identitas mereka sebagai suatu bangsa dilenyapkan.
Namun Allah tidak tinggal diam. Dia memang tidak pernah
menghendaki umat-Nya menjadi bangsa buangan. Dosa-dosa bangsa
itulah yang telah membuat Allah menghukum mereka ke dalam
penaklukan bangsa asing (band. Ul. 28:64-66). Namun tidak untuk
selamanya Ia menghukum. Ia menggerakkan Raja Koresy (ayat 1)
untuk membuat maklumat yang mengizinkan orang Yahudi kembali ke
tanah airnya (nabi Yesaya sudah menubuatkan hal ini jauh
sebelumnya, lih. Yes. 44:28-45:7).
Allah memang telah berjanji untuk memulihkan umat-Nya. Akan tetapi,
mari kita pikirkan: setelah ditinggalkan warganya selama 70
tahun, bagaimana kondisi Yerusalem? Bukankah sudah menjadi
reruntuhan? Betapa sulit memulihkan kota itu! Betapa mahal biaya
yang diperlukan! Setelah sekian lama menjadi tawanan, dari mana
mereka mendapat dana untuk membangun kembali Yerusalem? Namun
Allah di dalam segala hikmat-Nya menggerakkan Raja Koresy juga
untuk memikirkan bagaimana umat Israel bisa mendapatkan dana
untuk biaya kepulangan mereka (ayat 4). Bahkan ia sendiri
mengembalikan perlengkapan rumah Tuhan yang dulu dirampas (ayat
7-11).
Bila Allah menghendaki terjadi pembaruan umat maka tak ada sesuatu
pun yang akan menghalangi. Bahkan segala sesuatu dirancang untuk
mendukung rencana itu. Kita yang sering mengharapkan terjadinya
pembaruan di jemaat kita, kiranya belajar untuk tidak
mengandalkan strategi dan metode. Sumber pembaruan umat yang
terpenting adalah Allah sendiri. Karena itu berdoa, meminta Allah
berbelas kasihan dan berkarya, sangat utama!
|