|
Judul: Dipakai Allah
Allah dapat memakai masa sulit untuk menyatakan teguran-Nya kepada
umat-Nya. Meski demikian, Ia memberi janji yang membangun kembali
pengharapan dan iman umat Allah. Krisis pangan yang mereka hadapi
akan berganti panen melimpah.
Tuhan juga menyatakan kekuasaan-Nya atas alam semesta dan atas
bangsa-bangsa (ayat 22-23). Karena itu Israel tak perlu takut
pada bangsa-bangsa lain yang akan menghambat jalannya pembangunan
Bait Suci. Meskipun mereka dianggap kecil oleh negara-negara
adikuasa, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Allah yang
mahakuasa. Sejarah Israel telah membuktikan hal ini.
Allah memiliki rencana atas Israel dan Ia berkuasa untuk melaksanakan
rencana-Nya itu. Kuasa-Nya tidaklah bergantung pada kemauan dan
kemampuan manusia. Namun bukan berarti Ia tidak akan melibatkan
manusia di dalam karya-Nya. Ia memilih Zerubabel untuk memainkan
peranan penting dalam rancangan-Nya (ayat 24). Kepada Zerubabel,
Allah berjanji akan meruntuhkan struktur-struktur kekuasaan dan
menghalangi setiap tangan yang bermaksud melawan dia. Allah
melakukan semua itu agar Zerubabel menyadari siapa dirinya di
hadapan Allah. Dia adalah hamba Allah.
Di dalam bagian terakhir, kitab Hagai mengajar kita bahwa situasi
dunia yang mengerikan, musuh yang menghadang, atau semangat yang
patah bukan alasan bagi kita untuk menolak panggilan Allah.
Sebagai orang percaya, kita memiliki hak istimewa untuk terlibat
dalam rencana Allah di dunia ini. Jangan karena merasa tidak
mampu, kita jadi ragu untuk terlibat. Jangan karena takut akan
beratnya medan pelayanan, kita jadi mundur. Ingatlah bahwa Allah
kita berkuasa dan Dia berkenan atas mereka yang menaati Dia.
Sebaliknya Ia menarik berkat-Nya dari orang-orang yang tidak
menaati-Nya. Ingatlah apa yang Tuhan katakan pada bangsa Israel
yang menjadi mundur, "Kuatkanlah hatimu dan kerjakanlah".
|