|
Judul: Berkat
Apakah Anda pernah merasakan teguran Tuhan? Bangsa Israel pernah.
Nabi Hagai melanjutkan pesan Tuhan.
Pesan pertama yang disampaikan Hagai adalah agar umat Tuhan
memprioritaskan pekerjaan Tuhan. Sebelumnya Israel telah
mengesampingkan pembangunan rumah bagi Tuhan dan mendahulukan
rumah mereka sendiri. Lalu Tuhan menghukum mereka dengan
kegagalan panen (ayat 17-18). Tuhan ingin mengajar mereka bahwa
ada hubungan antara mengesampingkan Tuhan dengan masa-masa sulit.
Upaya Tuhan mendisiplin umat-Nya memang bukan hal menyenangkan, meski
merupakan berkat. Ibr. 12:1-11 berkata bahwa tindakan Tuhan
mendisiplin umat-Nya merupakan tanda kasih-Nya. Artinya mereka
yang tidak mengalami tindakan disiplin itu, sesungguhnya tidak
dapat menganggap dirinya sebagai anak-anak Tuhan (Ibr. 12:8).
Kadang-kadang tindakan Allah mendisiplin kita berakar langsung
dari dosa kita, bagai tindakan kasih seorang ayah yang mengajar
anaknya agar tidak lagi berdosa. Di saat lain, tindakan Allah
mendisiplin kita tak berkaitan dengan dosa, melainkan upaya
mendidik kita ke arah kematangan rohani.
Pesan ketiga yang disampaikan Hagai memperlihatkan bahwa umat Tuhan
bukan hanya harus mendahulukan Allah, melainkan juga melakukannya
dengan hati yang murni dan tulus. Tuhan berjanji bahwa bila
Israel membangun kembali Bait Tuhan, maka mereka akan menikmati
berkat Tuhan melalui panen yang berlimpah (ayat 19-20).
Ketaatan mendatangkan berkat. Namun bukan berarti bahwa hidup yang
tanpa berkat menandakan ketidaktaatan. Banyak orang yang
memprioritaskan Kerajaan Allah, tetapi mengalami banyak
pencobaan. Untuk itu kita perlu memiliki perspektif yang benar.
Berkat bukan berarti Tuhan membebaskan kita dari masalah, tetapi
adanya jaminan kehadiran-Nya di tengah masalah yang kita hadapi.
Karena itu marilah kita memohon berkat-berkat-Nya dalam segala
sesuatu yang kita lakukan dengan kebergantungan penuh pada-Nya.
|