|
Judul: Hasil kasih karunia
Apakah seseorang yang telah diselamatkan seharusnya menunjukkan
perubahan? Ya! Orang yang menerima keselamatan berarti diubah
oleh kasih karunia Tuhan.
Kasih karunia yang menyelamatkan itu terjadi melalui pengorbanan
Kristus di kayu salib. Maka kasih karunia mendorong penerimanya
untuk menyenangkan Tuhan dalam segala sesuatu yang dilakukan
(ayat 14). Bukan hanya bicara masalah hidup tak bermoral atau
keinginan duniawi yang jahat, bisa saja orang yang tampak
baik-baik tidak memiliki tempat bagi Tuhan dalam hidupnya. Maka
perubahan hidup yang dimaksud adalah perubahan hingga seseorang
menempatkan Tuhan sebagai yang terutama di dalam hidupnya.
Konsekuensinya, segala sesuatu yang dapat menggeser tempat Tuhan
akan disingkirkan.
Orang Kristen yang sungguh telah mengalami perubahan menolak
keegoisan, kesombongan, ketamakan, dan segala kesenangan hidup
dalam dosa. Perubahan hidup berarti hidup dalam pengendalian
diri, dalam kebenaran, dan dalam kesalehan (ayat 12). Pengharapan
akan kedatangan Kristus yang kedua kali juga mendorong orang
beriman untuk memiliki sikap siap sedia menyambut kedatangan Dia
(ayat 13). Itu menghasilkan buah-buah perbuatan baik. Keselamatan
memang seharusnya menghadirkan dampak positif yang mewujud pada
aspek-aspek praktis dalam hidup orang yang telah dibebaskan
Kristus. Karena memang untuk itulah Kristus mengorbankan
diri-Nya. Namun tak cukup sampai di situ. Bicara tentang kasih
karunia bukan hanya bicara tentang manfaatnya bagi diri sendiri,
melainkan juga bicara tentang memberitakannya kepada orang lain
(ayat 15) agar mereka pun menikmatinya juga.
Bagaimana hidup kita setelah menerima kasih karunia Tuhan? Adakah
yang dikikis dan adakah yang bertumbuh? Tunjukkanlah syukur kita
atas kasih karunia yang kita peroleh dengan meninggalkan
kefasikan dan keinginan duniawi, belajar hidup bijaksana, adil,
serta rajin berbuat baik.
|