|
Judul: Penjaga umat
Kepada siapa seorang hamba Tuhan bertanggung jawab? Kepada umat yang
dia layani atau kepada Tuhan yang mengutus dia? Tentu kepada
Tuhan karena Dialah yang empunya umat. Tuhan telah memercayakan
tugas penggembalaan umat kepada hamba-Nya, maka kewajiban hamba
Tuhan sudah jelas memberitakan firman Tuhan kepada mereka dan
memastikan mereka taat kepada-Nya.
Tuhan menguraikan tugas Yehezkiel dengan memakai ilustrasi seorang
penjaga kota yang bertugas menyerukan siaga kepada penduduk kota
tersebut bilamana musuh datang untuk menyerang (ayat 17). Seorang
penjaga benteng harus waspada, tidak boleh lengah. Akan konyol
bila penjaga kota berdiam diri tatkala musuh mendekat untuk
menyerbu kota tersebut, dengan dalih jangan sampai penduduk panik
atau jangan sampai mengganggu istirahat mereka.
Kenyataannya banyak hamba Tuhan yang justru berlaku konyol. Mereka
bukan menyerukan "bertobat!" ketika pedang Tuhan teracung atas
umat-Nya yang berdosa, malah meninabobokan mereka dengan
janji-janji berkat dan sejahtera. Jangan-jangan para hamba Tuhan
seperti ini sebenarnya hamba-hamba uang. Mereka takut tidak
dibayar apalagi sampai dipecat oleh jemaat kalau berkhotbah
terlalu keras atau menyinggung perasaan jemaat.
Tugas menjadi penjaga umat memang berat. Potensi untuk
disalahmengerti umat besar. Namun kita harus ingat bahwa,
tanggung jawab kita pertama-tama bukan kepada umat melainkan
kepada Tuhan. Tuan kita adalah Tuhan, bukan jemaat, bukan pula
diri kita sendiri. Juga kita harus menyadari bahwa teguran keras
firman Tuhan atas dosa umat bertujuan penyelamatan, bukan
pemusnahan. Oleh karena itu, mari, jangan korting kebenaran
firman Tuhan dengan janji-janji manis yang palsu. Berita Injil
yang menyelamatkan dimulai dengan berita Salib yang menentang dan
menaklukkan dosa, baru kebangkitan-Nya yang memberi hidup baru
dalam kasih!
|