Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Titus 1:1-4
< September
2008
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Sabtu 6 September 2008

Judul: Agar bertumbuh
Hamba dan rasul adalah istilah yang bermakna kontras. Hamba di dalam bacaan ini adalah sebutan bagi orang yang sepenuhnya berada di bawah kehendak dan otoritas tuannya. Ia tidak berhak atas dirinya sendiri. Tuannyalah yang berhak atas dirinya karena ia adalah milik tuannya. Rasul berarti orang yang diutus. Orang ini memiliki surat tugas resmi untuk mewakili orang yang mengutus. Itulah gambaran keberadaan dan tugas Paulus. Sebagai hamba ia harus patuh dan sebagai rasul ia memiliki wewenang.

Apa tugas Paulus? Memelihara iman orang-orang pilihan Allah (ayat 1). Orang-orang yang telah diselamatkan tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Bagai bayi yang baru lahir, mereka memerlukan kasih, perhatian, dan "makanan". Mereka perlu tahu bagaimana seseorang harus hidup menurut iman Kristen. Bagaimana caranya? Dengan mengajarkan pengetahuan akan kebenaran, yakni pengetahuan yang akan memimpin orang untuk hidup kudus. Itulah tugas Paulus. Semua yang Paulus lakukan adalah dalam rangka membimbing tiap pribadi mengalami makna hidup kekal secara penuh. Dan pengharapan akan kehidupan kekal itu telah Allah janjikan sejak zaman dulu kala. Orang percaya tidak perlu khawatir bahwa Allah akan melupakan janji-Nya. Allah tidak pernah berdusta. Ia telah terbukti selalu menggenapi janji-Nya kepada orang-orang pilihan-Nya.

Melalui surat Paulus ini, sebagai orang percaya kita beroleh pengertian akan maksud Allah bagi kita, yaitu bertumbuh di dalam iman dan pengetahuan akan kebenaran. Tujuannya agar kita mengenal kebenaran dan hidup di dalamnya. Bagi kita yang terlibat dalam pelayanan kerohanian, kiranya surat Paulus ini mengingatkan kita bahwa kita pun memiliki tugas yang sama, yaitu mendorong orang untuk bertumbuh menuju kedewasaan iman melalui pengetahuan akan kebenaran. Maka doronglah mereka untuk mencari kebenaran itu di dalam Alkitab. Sementara Anda sendiri tetaplah setia untuk hidup di dalam kebenaran.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini