Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Hagai 2:1b-10
< September
2008
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Rabu 24 September 2008

Judul: Bertekunlah
Dalam zaman serba instan seperti sekarang ini, ketekunan adalah konsep yang tidak masuk akal. Namun orang beriman tidak boleh malas berusaha meski sulit bagaimanapun.

Allah mendorong umat-Nya yang patah semangat untuk kembali bertekun dalam pembangunan Bait Suci. Allah paham situasi yang mereka hadapi dan Ia peduli. Maka Tuhan memotivasi mereka. Sampai tiga kali Tuhan berkata, "Kuatkanlah hatimu....!" kepada semua unsur untuk bersatu padu kembali membangun (ayat 5). Pekerjaan Tuhan memang akan memunculkan perlawanan, tetapi bukan berarti orang harus menghentikan pekerjaan itu. Sebab itu orang beriman perlu hati dan tekad kuat untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Bila tidak, mereka akan berpikir bahwa pembangunan Bait Allah merupakan pekerjaan besar yang mustahil diselesaikan.

Ketika memulai suatu pelayanan, biasanya kita akan merasakan antusiasme untuk melaksanakan dan menyelesaikannya. Seiring berjalannya waktu, tatkala harus berulang kali menghadapi tantangan yang menghadang laju pelayanan, antusiasme jadi memudar. Pada saat itulah, kita harus segera menyadari bahwa Tuhan telah memanggil kita untuk mengerjakan pelayanan itu. Bila itu segera disadari maka tiada jalan lain selain harus bertahan dan bertekun di dalam pelayanan yang Tuhan sedang kerjakan melalui kita.

Sikap dan motivasi memang mempengaruhi kemampuan kita untuk tetap bertekun dan bertahan dalam pelayanan. Motivasi yang kuat akan melahirkan tekad yang kuat, dan tekad yang kuat akan memampukan kita melakukan pekerjaan, sekalipun berat. Bila kehilangan semangat, biasanya kita akan kehilangan tenaga dan kemampuan juga untuk menyelesaikan pekerjaan yang dipercayakan pada kita. Bahkan kita akan kehilangan hasrat untuk menyelesaikannya. Namun ingatlah bahwa Allah memahami semua kesulitan kita. Ia peduli dan akan senantiasa menyertai kita dalam kesulitan apapun yang menghadang kita di dalam pelayanan.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran