|
Judul: Bertekunlah
Dalam zaman serba instan seperti sekarang ini, ketekunan adalah
konsep yang tidak masuk akal. Namun orang beriman tidak boleh
malas berusaha meski sulit bagaimanapun.
Allah mendorong umat-Nya yang patah semangat untuk kembali bertekun
dalam pembangunan Bait Suci. Allah paham situasi yang mereka
hadapi dan Ia peduli. Maka Tuhan memotivasi mereka. Sampai tiga
kali Tuhan berkata, "Kuatkanlah hatimu....!" kepada semua unsur
untuk bersatu padu kembali membangun (ayat 5). Pekerjaan Tuhan
memang akan memunculkan perlawanan, tetapi bukan berarti orang
harus menghentikan pekerjaan itu. Sebab itu orang beriman perlu
hati dan tekad kuat untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Bila tidak,
mereka akan berpikir bahwa pembangunan Bait Allah merupakan
pekerjaan besar yang mustahil diselesaikan.
Ketika memulai suatu pelayanan, biasanya kita akan merasakan
antusiasme untuk melaksanakan dan menyelesaikannya. Seiring
berjalannya waktu, tatkala harus berulang kali menghadapi
tantangan yang menghadang laju pelayanan, antusiasme jadi
memudar. Pada saat itulah, kita harus segera menyadari bahwa
Tuhan telah memanggil kita untuk mengerjakan pelayanan itu. Bila
itu segera disadari maka tiada jalan lain selain harus bertahan
dan bertekun di dalam pelayanan yang Tuhan sedang kerjakan
melalui kita.
Sikap dan motivasi memang mempengaruhi kemampuan kita untuk tetap
bertekun dan bertahan dalam pelayanan. Motivasi yang kuat akan
melahirkan tekad yang kuat, dan tekad yang kuat akan memampukan
kita melakukan pekerjaan, sekalipun berat. Bila kehilangan
semangat, biasanya kita akan kehilangan tenaga dan kemampuan juga
untuk menyelesaikan pekerjaan yang dipercayakan pada kita. Bahkan
kita akan kehilangan hasrat untuk menyelesaikannya. Namun
ingatlah bahwa Allah memahami semua kesulitan kita. Ia peduli dan
akan senantiasa menyertai kita dalam kesulitan apapun yang
menghadang kita di dalam pelayanan.
|