|
Judul: Tidak ada kompromi
Umat Tuhan yang telah mengalami pemulihan kadang-kadang terlampau
besar sukacitanya sehingga mengira bahwa segala hambatan dan
kesulitan telah berakhir semua. Ternyata tidak demikian, justru
mereka menghadapi yang sebaliknya ketika sedang akan memulai
membangun Bait Suci. Ada sekelompok orang yang menawarkan diri
untuk ikut bergabung dalam pembangunan Bait Suci itu. Namun
Zerubabel dan kawan-kawannya menolak tawaran itu. Akibatnya
orang-orang itu menjadi marah dan mengganggu jalannya
pembangunan.
Memang dalam sejarah umat manusia, tidak pernah ada pekerjaan bagi
Tuhan yang tidak diganggu oleh Iblis. Perlawanan itu biasanya
mulai dengan tipu daya yang halus, tetapi bila tidak berhasil
lalu berubah menjadi secara terang-terangan. Bahkan dengan
menggunakan segala cara yang jahat. Demikian pula yang terjadi
dalam masa itu. Musuh-musuh itu datang untuk merintangi
pembangunan Bait Suci. Mereka berusaha menghalangi pekerjaan itu
melalui tiga cara. Pertama, dengan cara membujuk orang Yahudi
untuk bersekutu. "Biarlah kami turut membangun bersama-sama
dengan kamu" (ayat 2). Kedua, merintangi secara terang-terangan
dengan melemahkan semangat dan membuat orang Yahudi ketakutan
(ayat 4). Ketiga, membuat surat pengaduan palsu. Mereka menyogok
para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu (ayat 5).
Akibatnya pekerjaan mereka tertunda, bahkan terhenti dan umat
jadi kurang berani.
Selaku umat Tuhan, kita punya tugas dan tanggung jawab untuk
melakukan pekerjaan-Nya. Bila kita telah melakukannya dengan
setia, kita harus tetap waspada terhadap segala kemungkinan.
Terutama menghadapi keadaan dunia dewasa ini, banyak ujian hidup
yang bisa saja menumbuhkan iman kita. Namun bila tidak hati-hati,
akan menjadi pencobaan yang meruntuhkan iman. Kita harus
berpegang teguh pada semboyan: "Tidak ada kompromi". Maka jangan
takut dan tetaplah semangat melakukan pekerjaan Tuhan.
|