|
Judul: Tangan Tuhan melindungi
Bagaimanakah hubungan antara pertolongan Tuhan dan upaya hamba-Nya
untuk menguatkan hati? Apakah saling bertolak belakang atau
saling mendukung?
Teks firman Tuhan hari ini mengisahkan bagaimana Tuhan menolong
umat-Nya. Pertama, Allah melindungi Ezra. Karena fakta ini maka
Ezra menguatkan hatinya dan mengambil beberapa langkah
kepemimpinan yang tepat (ayat 28b). Pertolongan Tuhan dan
tindakan umat menguatkan hati sama sekali tidak bertentangan.
Mengobarkan semangat dan meningkatkan daya juang adalah
manifestasi orang mengimani janji dan pertolongan Tuhan. Kedua,
memberi hikmat untuk bertindak (ayat 7:28b-8:20, 24-30). Hikmat
adalah kepintaran mencapai hasil, yakni menyusun rencana yang
benar untuk memperoleh hasil yang benar. Hikmat Allah adalah
mutlak milik Allah, tetapi ditempatkan di hati orang percaya.
Hikmat Allah memampukan Ezra untuk memilih orang-orang yang tepat
untuk berangkat bersama dia ke Yerusalem. Ketiga, menghindarkan
kita dari bahaya (ayat 8:31). Umat Allah tidak perlu takut dengan
segala tantangan, karena kita dilindungi oleh tangan-Nya yang
kuat dan penuh kuasa.
Perlindungan kita hanyalah Allah. Oleh karena itu, rendahkanlah diri
kita di hadapan Allah (ayat 8:21, 23). Doa dan berpuasa merupakan
salah satu cara merendahkan diri ketika tertekan oleh kesusahan
yang berat, berhadapan dengan bahaya dan persiapan untuk suatu
pelayanan. Berdoa memohon bimbingan Allah dan menyerahkan diri
kepada-Nya dengan penuh keyakinan (ayat 8:21-22), bahwa Dialah
tempat perlindungan yang aman. Saat kita mengalami pertolongan
Tuhan, mengucap syukurlah, berikan persembahan terbaik (ayat
8:35). Orang Israel yang kembali dari pembuangan memberikan
kurban bakaran yaitu kurban penghapus dosa, sebagai tanda ucapan
syukur dan penyerahan diri mereka pada Tuhan. Demikian halnya
dengan kita, persembahkanlah tubuh sebagai persembahan yang
hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah (band. Rm 12:1).
|