Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Hagai 1:1-2:1a
< September
2008
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Selasa 23 September 2008

Judul: Dahulukan Allah
Seorang hamba Tuhan bertugas memperhatikan kehidupan iman umat Tuhan. Bila umat melakukan hal yang tidak sesuai firman Tuhan, hamba Tuhan wajib menegur.

Teguran Hagai ditujukan kepada umat Tuhan yang kembali dari pembuangan. Mereka tahu bahwa Tanah Perjanjian adalah bagian rencana Allah bagi umat-Nya. Lalu mereka merespons maklumat raja Babel dengan kembali ke Yerusalem. Mereka juga ingin memulihkan peribadatan dengan membangun kembali Bait Allah yang telah diruntuhkan musuh. Namun misi yang sudah tertanam di hati menjadi luntur karena tantangan dan perlawanan yang mereka hadapi. Pembangunan mezbah dan fondasi Bait Allah yang telah mereka mulai, berakhir tanpa kejelasan. Mereka larut dalam kehidupan sendiri dan menunda-nunda pembangunan (ayat 2-4). Akibatnya Tuhan menghukum mereka dengan krisis ekonomi (ayat 5-6, 9-11)! Akan tetapi, mereka tidak sadar bahwa penderitaan yang mereka alami merupakan cara Tuhan menegur mereka. Maka Tuhan mendesak mereka untuk berpikir mengapa hasil kerja menjadi gagal (ayat 5-6). Sebab itu mereka harus kembali menjalankan misi semula. Mereka harus mengambil langkah konkret untuk mulai membangun Bait Allah (ayat 7).

Mundur dari pelayanan karena tidak berani menghadapi tantangan bukan sikap yang diperkenan Allah. Melalaikan kehendak Allah dan mengurus kepentingan diri sendiri juga bukan sikap yang dikehendaki Allah, bahkan dapat mengundang murka-Nya. Kita perlu menghindari sikap semacam ini. Mengurusi kepentingan diri tidak akan pernah selesai. Memenuhi kebutuhan fisik dan material saja tidak akan pernah mendatangkan kepuasan. Sebab itu ingatlah bahwa sikap cari aman, mendahulukan kepentingan diri, dan mengabaikan kemuliaan Allah adalah ciri orang yang kehilangan perspektif iman. Akibatnya jadi tuli terhadap suara Tuhan dan buta terhadap teguran-Nya. Sebab itu carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mat. 6:33).

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran