|
Judul: Empat makhluk Ilahi
Di manakah kemuliaan Tuhan jelas terlihat dan dirasakan? Yesaya
melihat kemuliaan Allah di bait Allah (Yes. 6:1-3). Namun,
Yehezkiel justru melihat kemuliaan Allah saat ia sedang berada di
Babel, bersama kaum buangan dari Yehuda! Pancaran terang terasa
menyilaukan bahkan membutakan tatkala sekelilingnya gelap.
Bagi Yehezkiel, penglihatan ini penting sekali. Penglihatan ini
merupakan bagian dari inaugurasinya sebagai nabi bagi umat
buangan. Kegelapan dunia pembuangan yang seperti tanpa harapan,
sirna oleh sinar kemuliaan Tuhan. Tidak heran penglihatan di sini
sarat dengan pemakaian kata seperti, berkilat, bersinar,
berkilap, menyala, dst. (ayat 4, 7, 13, 14). Kemuliaan Tuhan
menggambarkan kedaulatan dan kedahsyatan Tuhan. Yehezkiel dan
seluruh umat Tuhan perlu pembukaan bahwa Allah tidak seperti dewa
bangsa lain. Ia dahsyat, berdaulat, dan bertindak!
Penglihatan ini meneguhkan pelayanan Yehezkiel bahwa yang ia akan
lakukan adalah seperti yang dilakukan empat makhluk yang
dilihatnya yang masing-masing kepalanya berwajah empat: manusia,
singa, lembu, dan rajawali (ayat 10). Nanti diperlihatkan keempat
makhluk itu menopang takhta Allah dan Allah dalam kemuliaan-Nya
(ayat 22-28). Empat makhluk yang masing-masing berwajah empat
makhluk hidup di dunia ini, mewakili ciptaan Tuhan yang
gemilang. Setiap ciptaan Tuhan dalam gerakan Roh Allah patut
menjunjung takhta kemuliaan Tuhan mengikuti arah gerak Allah
dalam sejarah.
Bukankah seringkali kesuraman situasi di sekeliling kita membuat
kecil hati kita untuk setia melayani Tuhan? Namun, justru di
kegelapan lingkungan kita, Tuhan mau menyatakan kemuliaan-Nya
yang melampaui segala sesuatu. Dia Tuhan yang berdaulat serta
berkuasa. Tidak ada pelayanan anak-anak-Nya yang perlu gagal.
Justru pelayanan kita harus memancarkan sinar kemuliaan-Nya
seperti keempat makhluk yang menopang takhta Tuhan.
|