Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 1Tawarikh 29:1-9
< September
2008
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Rabu 3 September 2008

Judul: Keterlibatan dengan memberi
Suatu pekerjaan besar tentu membutuhkan sumber-sumber yang tidak kalah besar pula. Baik prasarana maupun sumber daya manusia.

Daud benar-benar serius melakukan berbagai persiapan untuk pembangunan Bait Allah (ayat 2). Ia tahu bahwa itu merupakan pekerjaan besar. Di samping itu, Salomo, sebagai penerus yang kelak akan memimpin pekerjaan itu pun masih muda dan belum berpengalaman (ayat 1). Maka selain meminta dukungan dari para pembesar Israel, Daud juga memotivasi mereka untuk memberikan persembahan bagi Bait Allah (ayat 5). Namun Daud bukan hanya bisa bicara. Ia sendiri telah lebih dulu mempersembahkan hartanya (ayat 3-5).

Melihat apa yang telah dikumpulkan oleh Daud dan apa yang telah dia persembahkan bagi pekerjaan pembangunan Rumah Allah, mungkin orang akan menyimpulkan bahwa semua itu sudah cukup. Tak perlu lagi melibatkan orang lain untuk memberikan sumbangan. Akan tetapi, umat Tuhan perlu diberi kesempatan untuk memberi. Bukan hanya dalam rangka mendukung proyek pembangunan tersebut, melainkan sebagai suatu bentuk pelayanan mereka kepada Allah.

Maka setelah mendengar perkataan raja mereka dan melihat teladannya, para pembesar Israel memahami pentingnya pekerjaan besar yang harus mereka dukung (ayat 7-9). Dengan tulus dan sukarela, mereka memberi persembahan bagi pembangunan Rumah Allah (ayat 9) dalam jumlah yang sangat banyak (ayat 7). Mereka bersukacita karena hal itu (ayat 9).

Mungkin saja kita tidak bisa memberi persembahan dalam jumlah besar. Namun jangan berpikir bahwa dengan atau tanpa dukungan kita pun pelayanan dapat tetap berjalan. Itu bisa saja benar, tetapi bukan itu masalahnya. Keterlibatan melalui persembahan adalah bukti solidaritas yang membawa sukacita besar karena kita telah memuliakan Allah melalui pemberian bersama. Karena itu cobalah mulai melihat pelayanan-pelayanan yang memerlukan dukungan, dan tanyakan bagaimana Anda dapat terlibat di dalamnya.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran