Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 1Tawarikh 22:2-19
< September
2008
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Senin 1 September 2008

Judul: Di balik layar
Ketika merasa dirinya sudah berada di akhir usia, orang tua biasanya akan menyampaikan wasiat kepada anak-anaknya. Dan biasanya pula, wasiat itu berkenaan dengan harta yang diwariskan kepada anak-anaknya.

Berbeda dengan Daud. Karena tak memenuhi syarat untuk membangun Bait Suci, Daud mewariskan kerinduan dan tugas mulia itu kepada anaknya, Salomo. Meski tugas sudah diwariskan, Daud tidak tinggal diam. Ia ikut mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pembangunan (ayat 3-5). Bahan-bahan dari kualitas terbaik dan jumlah yang tak terhitung: besi (ayat 3), kayu aras (ayat 4), emas, perak, tembaga, besi, dan batu (ayat 14). Daud juga mempersiapkan tukang-tukang untuk mengerjakan Bait Allah itu (ayat 1, 15-16). Tak cukup hanya itu, Daud meminta para pembesar Israel untuk memberikan dukungan kepada Salomo dalam pekerjaan besar itu (ayat 17-19). Namun ada hal yang lebih penting. Bagi Daud, pekerjaan suci itu hanya bisa dilakukan bila Salomo hidup dekat Allah (ayat 13). Tanpa Allah, Salomo tak akan memiliki kekuatan untuk membangun Bait Suci sesuai keinginan Allah.

Meski ide untuk membangun Bait Allah itu datang dari Daud, dan Salomo yang kelak akan dipuji karena keberhasilan membangun Bait Suci, Daud tidak peduli. Bagi dia, mendapat nama karena pekerjaan besar itu bukanlah tujuannya (ayat 5). Daud adalah contoh orang yang bekerja di belakang layar. Meski tak terlihat, orang seperti ini melaksanakan bagiannya dengan sungguh-sungguh. Ia memang tidak menerima penghargaan atas hasil kerjanya, tetapi pekerjaan itu tidak akan terlaksana tanpa campur tangannya.

Apakah Anda termasuk orang yang bekerja di balik layar? Jangan kecil hati! Walau hanya sedikit orang yang tahu kiprah Anda, bukan berarti Tuhan tidak memerhatikan Anda. Meski terlihat bernilai kecil, bisa saja pekerjaan Anda justru mempersiapkan sebuah pekerjaan yang punya dampak besar di kemudian hari. Sebab itu, lakukanlah dengan sungguh-sungguh semua yang telah dipercayakan Tuhan pada Anda.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran