Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Ezra 2:1-70
< September
2008
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Minggu 14 September 2008

Judul: Menata ulang keumatan
Ketika arus mudik saat lebaran tiba, kita menyaksikan suasana yang begitu gembira. Para pemudik terlihat bersukacita meski harus bersusah payah mengantre tiket ataupun kena macet dalam perjalanan yang melelahkan.

Orang-orang Israel yang datang ke Yerusalem dalam bacaan ini bukanlah pemudik tahunan. Mereka kembali setelah dibuang ke negara lain sekian lama. Mereka pulang karena merespons maklumat yang dikeluarkan oleh Raja Koresy. Mereka kembali ke tempat di mana identitas dan martabat mereka sebagai bangsa akan dipulihkan. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan mereka. Ada harapan untuk kehidupan yang lebih baik, tapi pasti terselip juga kecemasan apakah memang kehidupan mereka di kampung halaman akan lebih baik.

Maka dibuatlah daftar nama-nama keluarga yang akan kembali beserta jumlah mereka (ayat 3-21). Pendaftaran nama-nama tersebut dibuat dengan memerhatikan tempat tinggal mereka (ayat 22-35), fungsi-fungsi mereka dalam kaitan dengan pelayanan kerohanian (ayat 36-41), dan pelayanan pemerintahan atau kemasyarakatan (ayat 42-57). Dalam kasus mereka menolak orang-orang yang tidak murni keturunan Lewi dari pelayanan imam, menunjukkan bahwa pendaftaran ini bertujuan menyiapkan struktur komunitas yang serasi dengan yang nenek moyang mereka pernah miliki sebagai umat Allah. Untuk hal ini orang Israel tidak mau main-main. Dengan tegas mereka menyatakan bahwa orang-orang yang tidak tahir tidak boleh menjabat sebagai imam.

Jabatan imam memang hanya dikhususkan bagi suku Lewi. Tidak ada suku lain yang boleh menggantikan. Apalagi orang-orang yang tidak jelas jati diri dan asal usulnya. Begitu pula, ada hal-hal khusus yang hanya boleh dilakukan oleh pendeta di gereja. Misalnya tugas membaptis, memberikan pemberkatan nikah, atau memimpin perjamuan kudus. Hal-hal seperti ini perlu diperhatikan dalam gereja agar kita menjadi gereja yang benar.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran