|
Judul: Jadilah saksi Kristus
Keluarga merupakan bagian inti dari masyarakat. Keluarga-keluarga
yang hidup benar akan membentuk masyarakat yang benar pula.
Mungkin hal ini disadari oleh para pengajar sesat sehingga mereka
menjadikan keluarga sebagai sasaran penyesatan mereka (Tit.
1:11). Paulus tahu hal ini. Karena itu, ia memberikan instruksi
kepada Titus untuk memerhatikan berbagai kelompok di dalam
jemaat.
Di dalam stuktur sosial, laki-laki yang lebih tua akan dihormati dan
disegani. Perjalanan waktu yang telah mereka lalui seharusnya
membuat mereka dewasa, berhikmat, serta memiliki iman yang sehat
(ayat 2). Perempuan-perempuan yang tua mempunyai peranan penting
dalam jemaat. Mereka harus menjadi teladan bagi
perempuan-perempuan muda dalam hal mengasihi keluarga dan
mengatur rumah tangga (ayat 3-5). Perempuan-perempuan muda perlu
tahu bahwa mereka mendapatkan posisi strategis dari Tuhan untuk
memberi pengaruh bagi anak-anak dan menjadi penolong bagi suami.
Orang-orang muda pun harus pandai menguasai diri (ayat 6). Kaum
pekerja juga harus bersikap benar dengan bekerja rajin dan
menunjukkan ketaatan kepada tuan mereka (ayat 9-10). Firman Tuhan
yang telah mereka dengar harus nyata dalam perilaku mereka. Itu
akan memperlihatkan kuasa Injil yang telah mengubah mereka. Meski
masih muda, Titus sendiri harus bisa menjadi teladan bagi jemaat
dalam segala hal (ayat 7-8). Sebagai duta Kristus, ia memiliki
tanggung jawab untuk membuat kebenaran Kristus menjadi menarik,
dengan hidup sesuai kuasa firman. Karena itu perilakunya harus
sesuai dengan pengajarannya. Bila tidak, tentu orang lain tidak
akan menghiraukan dia.
Meski tidak setiap orang dipanggil untuk menjadi pengabar Injil
secara khusus, setiap orang dipanggil untuk menjadi saksi Kristus
melalui tutur kata dan perilaku hidup sehari-hari. Bersaksi bukan
tugas terbatas untuk golongan usia dan jenis kelamin tertentu.
Semua yang tinggal dalam Yesus, hidupnya pasti memberikan
kesaksian tentang Dia!
|