|
Judul: Dampak keselamatan
Menerima anugerah keselamatan berarti berakhirnya hidup dalam
kegelapan dan dimulainya hidup dalam terang. Hidup dalam
kegelapan berarti hidup berlawanan dengan kehendak Allah,
diperbudak dosa, dan memiliki hubungan yang tidak selaras dengan
orang lain (ayat 3). Namun ketika mengalami pertemuan dengan
Kristus dan menjadi percaya, maka kegelapan menjadi sirna karena
terbitnya terang Tuhan. Roh Kudus mengerjakan pembaruan di dalam
hidup orang percaya (ayat 4-7). Maka di dalam terang pembaruan
itu, orang yang percaya kepada Tuhan seharusnya menunjukkan buah
melalui perbuatan baik (ayat 8).
Perbuatan baik apa yang harus dilakukan orang percaya? Paulus
memberikan dua contoh. Pertama, dalam keberadaan sebagai warga
negara. Orang percaya harus menjadi warga negara yang baik dengan
bersikap tunduk kepada pemerintah (ayat 1). Tunduk berarti taat.
Contohnya: taat membayar pajak atau mematuhi hukum yang berlaku.
Kita tentu akan dengan senang hati tunduk bila melihat pemerintah
yang adil dan bekerja keras memakmurkan rakyat. Namun apa yang
kita temui? Kinerja dan aparat yang korup, tidak adil, dan
sewenang-wenang. Kita merasa tak rela mematuhi pemerintah yang
seperti itu. Malah mungkin terlintas di benak kita untuk
melancarkan protes dengan mengadakan \'demo\'. Mengajukan kritik
kepada pemerintah jelas bukan hal yang salah bila pemerintah
memang menyimpang dari kebenaran. Namun kita tetap harus
menunjukkan sikap tunduk dalam berbagai aspek yang semestinya
kita lakukan sebagai warganegara. Kedua, dalam hubungan dengan
orang lain. Orang Kristen harus menunjukkan sikap dan tingkah
laku sebagai pembawa damai (ayat 2).
Keduanya tidak mudah, karena terkadang harus mengorbankan kepentingan
dan harga diri. Akan tetapi, itulah yang harus lahir dan ada di
dalam diri kita karena keselamatan seharusnya menghadirkan dampak
dalam hubungan dengan pemerintah dan sesama.
|