Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Yehezkiel 1:15-28
< September
2008
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Minggu 28 September 2008

Judul: Kemuliaan Tuhan
Bayangkan betapa terpukau dan terbata-batanya Yehezkiel melihat kemuliaan Tuhan. Penyair terbaik sekalipun takkan dapat mengungkapkannya dengan kata-kata. Pelukis sekaliber Picasso juga takkan mampu menuangkannya di atas kanvas. Pemahat patung kualitas dunia takkan sanggup memahat sosok mulia Ilahi.

Gambar kemuliaan Tuhan terlalu dahsyat untuk dapat diuraikan. Maka tidak heran ketika kita membaca upaya Yehezkiel menggambarkannya, semakin banyak kata digunakan akan semakin bingung membayangkannya. Coba bayangkan: Empat makhluk dengan masing-masing empat wajah dan empat sayap yang kalau berjalan masing-masing lurus ke depan dan yang di tengah-tengah mereka ada seperti suluh yang bernyala (ayat 5-14). Di samping masing-masing makhluk ada roda-roda yang memiliki relasi hidup dengan keempat makhluk tersebut (ayat 15-21). Di atas keempat makhluk itu ada cakrawala yang menopang takhta mulia. Di sanalah duduk sosok serupa manusia (band. Dan. 7:13) yang dilukiskan penuh dengan sinar yang kemilauan (ayat 22-27).

Hanya satu hal yang bisa Yehezkiel perbuat tatkala diperhadapkan dengan kemuliaan Tuhan yang begitu dahsyat: sujud menyembah dalam kerendahan (ayat 28). Yang Yehezkiel lihat adalah gambaran Allah yang transenden (luar biasa). Allah yang jauh melampaui pikiran manusia, yang tidak bisa digambarkan oleh apapun di muka bumi ini. Itu sebabnya hukum kedua dari sepuluh perintah Allah tegas melarang pembuatan benda apapun untuk menggambarkan Allah apalagi disembah! Sebaliknya, justru sosok serupa manusia yang Yehezkiel lihat mengingatkan kita akan manusia yang memang satu-satunya ciptaan Allah yang disebut gambar Allah (Kej. 1:26-27). Manusia diciptakan untuk menyatakan kemuliaan Allah. Maka pertanyaan untuk kita adalah apakah hidup kita: perkataan, perbuatan, serta semua aspek lainnya sudah memuliakan Tuhan? Oleh Yesus Kristus, Manusia sejati, kita dikuduskan untuk layak memuliakan Allah!

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran