|
Judul: Pertolongan Tuhan bagi yang taat
Hidup kita selalu diwarnai oleh berbagai macam masalah dan
pergumulan. Namun ada saat kita merasa bahwa pertolongan Tuhan
seakan-akan tidak ada. Dalam situasi demikian, kita jadi
mempertanyakan kebaikan Tuhan. Namun apakah benar bahwa Tuhan
tidak menolong?
Bacaan hari ini dua kali menyebutkan bahwa tangan Tuhan melindungi
Ezra (ayat 6, 9). Tuhan menolong Ezra karena ia setia kepada
Tuhan. Dalam hal apa Ezra menyatakan kesetiaannya kepada Tuhan?
Pertama, Ezra percaya bahwa Hukum Taurat diberikan melalui Musa
oleh Allah sendiri. Karena itu Hukum Taurat menempati otoritas
tertinggi dalam kehidupan umat Allah (ayat 6, band. Neh. 8:14).
Kedua, Ezra mengabdikan dirinya di dunia ini untuk meneliti
firman Tuhan (ayat 10a). Ia berusaha untuk mengetahui kebenaran
yang Allah firmankan untuk diketahui dan dijalani dalam
kehidupan. Ia ingin agar umat tahu maksud Allah. Ketiga, Ezra
mengabdikan dirinya untuk menaati ketetapan-ketetapan Allah dan
hukum-hukum Allah dengan benar. Apa yang firman Allah ajarkan, ia
praktekkan dalam hidupnya (ayat 10a). Keempat, Ezra mengabdikan
dirinya untuk mengajarkan firman Allah, supaya kebenaran,
keadilan, dan kemurnian di antara umat Allah terpelihara (ayat
10b).
Kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhan inilah yang membawa Ezra
mengalami pertolongan Tuhan saat ia pulang dari Babel dan tiba di
Yerusalem (ayat 1-9). Raja malah memberi segala yang diinginkan
Ezra (ayat 6b). Raja memberi kuasa kepada Ezra untuk mengatur
kebaktian di dalam Rumah Allah. Bahkan seluruh keperluannya
didukung oleh perbendaharaan kerajaan (ayat 15-26).
Kehidupan Ezra menjadi contoh bagi kita untuk tetap memelihara
kesetiaan kita dalam pelayanan kepada Tuhan, bahkan saat
ketiadaan pengharapan. Karena akan ada saat Tuhan menyatakan
uluran tangan-Nya. Sebab itu ingatlah bahwa pertolongan Tuhan
akan nyata menyertai umat-Nya yang menunjukkan kesetiaan kepada
Dia.
|