Bacaan : Roma 8:18-27
Ada dua wanita, yang pertama adalah bekas teman sekerja yang telah
saya kenal selama 20 tahun dan yang kedua adalah istri bekas murid
saya dulu ketika saya menjadi guru sekolah. Keduanya sama-sama
memiliki dua anak kecil, sama-sama menjadi misionaris, dan sama-sama
begitu mengasihi Yesus Kristus.
Lalu tanpa diduga, hanya dalam selang waktu sebulan, keduanya
meninggal. Yang pertama, Sharon Fasick, meninggal dalam sebuah
kecelakaan mobil. Kematiannya tidak mengundang perhatian publik,
tetapi membuat keluarga dan teman-temannya sangat terpukul. Yang
kedua, Roni Bowers, meninggal bersama anak perempuannya, Charity,
ketika pesawat yang mereka tumpangi jatuh tertembak di hutan Peru.
Tragedi itu mendapat sorotan internasional.
Kematian mereka menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi banyak
orang. Namun, di samping kesedihan, ada pula harapan. Kedua suami
wanita itu sama-sama memiliki pengharapan yang sangat kuat akan
bertemu istri mereka lagi di surga. Kejadian setelah kematian istri
mereka menunjukkan bahwa iman kristiani bekerja. Kedua laki-laki
itu, Jeff Fasick dan Jim Bowers, sama-sama bersaksi tentang
kedamaian yang telah diberikan Allah bagi mereka. Mereka memberikan
kesaksian bahwa pengharapan itu membuat mereka sanggup melanjutkan
hidup di tengah-tengah kepedihan yang amat menyakitkan.
Paulus berkata bahwa penderitaan kita sekarang ini "tidak dapat
dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Roma
8:18). Pengharapan seperti itu hanya datang dari Kristus. –Dave
Branon
PENGHARAPAN AKAN SURGA ADALAH SOLUSI
YANG DIBERIKAN ALLAH UNTUK MENGATASI MASALAH
|