Bacaan : Lukas 24:10-16,36-43
Murid-murid Yesus tidak mudah percaya. Saat mendengar kesaksian
beberapa perempuan yang baru saja melihat kubur yang kosong, "mereka
tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu" (Lukas 24:11). Dan
ketika sore itu Yesus tiba-tiba menampakkan diri kepada mereka,
"mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran" (ayat 41).
Mereka begitu girang dan terkejut melihat Tuhan mereka telah bangkit
sehingga mereka mempertanyakan penglihatan mereka sendiri.
Bahkan beberapa saat kemudian, ketika Yesus memperlihatkan diri
kepada murid-murid-Nya di Galilea, "beberapa orang ragu-ragu"
(Matius 28:17). Padahal di antara mereka ini termasuk beberapa
pengikut Yesus yang menyaksikan Juruselamat yang bangkit untuk
pertama kalinya (1 Korintus 15:6). Sebelum menyembah-Nya, mereka
harus meyakinkan diri bahwa mereka tidak sedang melihat hantu.
Saya senang Alkitab mencatat tentang para murid yang ragu-ragu. Hal
ini membuktikan bahwa mereka tidak mudah dibodohi. Karena itulah
kesaksian mereka lebih berbobot. Keinginan mereka yang besar untuk
mendapatkan bukti yang kuat meyakinkan kita bahwa Yesus benar-benar
bangkit dari kematian. Hal ini juga meyakinkan kita bahwa Allah
tidak ingin kita mudah tertipu. Jadi, melalui keragu-raguan Dia
hendak menumbuhkan iman yang kuat. Bahkan teguran halus-Nya kepada
Tomas membuat ia mengucapkan pengakuan yang mantap: "Ya Tuhanku dan
Allahku!" (Yohanes 20:28). Saya berterima kasih kepada orang-orang
yang dulunya ragu-ragu. Bagaimana dengan Anda?- Herb Vander Lugt
KERAGU-RAGUAN YANG JUJUR
DAPAT MENJADI LANGKAH PERTAMA MENUJU IMAN YANG KUAT
|