Bacaan : Mazmur 77:17-21
Saya tidak mau lagi menyeberangi sungai berarus deras. Dasarnya
terlalu licin, arusnya terlalu kuat, dan kaki tua saya ini sudah
tidak sekuat dulu lagi.
Begitu banyak tantangan yang dulunya selalu siap saya hadapi, tetapi
sekarang begitu sulit melakukannya. Seperti kata pemazmur, saya
terkadang tidak bisa tidur, memikirkan bagaimana saya bisa
melewatinya (Mazmur 77:2-5).
Kemudian saya ingat "perbuatan-perbuatan TUHAN," "keajaiban-
keajaiban-Nya dari zaman purbakala" (ayat 12). "Melalui laut jalan-
Nya, dan lorong-Nya melalui muka air yang luas," meskipun Dia tidak
meninggalkan jejak kaki (ayat 20).
Demikianlah keberadaan kita bersama Allah. Meskipun Anda tidak dapat
melihat-Nya, Dia selalu hadir. Tanpa terlihat, Dia menuntun umat-Nya
"seperti kawanan domba" (ayat 21). Dia tidak takut pada arus dan
badai kehidupan, karena kekuatan dan keberanian-Nya tidak terbatas.
Selain itu, Sang Gembala menuntun kita melalui perantaraan sesama
kita. Dia memimpin umat Israel "dengan perantaraan Musa dan Harun"
(ayat 21). Dia menuntun kita melalui nasihat bijak dari ayah dan
ibu, genggaman erat seorang sahabat yang saleh, dorongan istri atau
suami yang penuh kasih, dan melalui sentuhan lembut seorang anak
kecil.
Tangan-tangan yang penuh kasih terulur bagi kita. Tuhan kita adalah
Gembala perkasa dan lemah lembut. Dia menuntun kita menyeberangi
sungai yang sangat berbahaya. Sudahkah Anda menaruh tangan Anda di
dalam genggaman tangan-Nya? —David Roper
ALLAH MEMINTA KITA
UNTUK MENARUH BEBAN KITA DI PUNDAK-NYA
|