Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > PENYEBERANGAN YANG BERBAHAYA
< November
2002
>
M S S R K J S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Selasa, 12 November 2002

Bacaan Setahun : Yeremia 51-52; Ibrani 9
Nats : Melalui laut jalan-Mu dan lorong-Mu melalui muka air yang luas, tetapi jejak-Mu tidak kelihatan (Mazmur 77:20)

PENYEBERANGAN YANG BERBAHAYA

Bacaan : Mazmur 77:17-21

Saya tidak mau lagi menyeberangi sungai berarus deras. Dasarnya terlalu licin, arusnya terlalu kuat, dan kaki tua saya ini sudah tidak sekuat dulu lagi.

Begitu banyak tantangan yang dulunya selalu siap saya hadapi, tetapi sekarang begitu sulit melakukannya. Seperti kata pemazmur, saya terkadang tidak bisa tidur, memikirkan bagaimana saya bisa melewatinya (Mazmur 77:2-5).

Kemudian saya ingat "perbuatan-perbuatan TUHAN," "keajaiban- keajaiban-Nya dari zaman purbakala" (ayat 12). "Melalui laut jalan- Nya, dan lorong-Nya melalui muka air yang luas," meskipun Dia tidak meninggalkan jejak kaki (ayat 20).

Demikianlah keberadaan kita bersama Allah. Meskipun Anda tidak dapat melihat-Nya, Dia selalu hadir. Tanpa terlihat, Dia menuntun umat-Nya "seperti kawanan domba" (ayat 21). Dia tidak takut pada arus dan badai kehidupan, karena kekuatan dan keberanian-Nya tidak terbatas.

Selain itu, Sang Gembala menuntun kita melalui perantaraan sesama kita. Dia memimpin umat Israel "dengan perantaraan Musa dan Harun" (ayat 21). Dia menuntun kita melalui nasihat bijak dari ayah dan ibu, genggaman erat seorang sahabat yang saleh, dorongan istri atau suami yang penuh kasih, dan melalui sentuhan lembut seorang anak kecil.

Tangan-tangan yang penuh kasih terulur bagi kita. Tuhan kita adalah Gembala perkasa dan lemah lembut. Dia menuntun kita menyeberangi sungai yang sangat berbahaya. Sudahkah Anda menaruh tangan Anda di dalam genggaman tangan-Nya? —David Roper

ALLAH MEMINTA KITA
UNTUK MENARUH BEBAN KITA DI PUNDAK-NYA
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini