Bacaan : Kisah Para Rasul 18:18-28
Setiap musim gugur sekelompok angsa liar yang bermigrasi singgah di
padang rumput dekat rumah kami. Selama beberapa minggu unggas-unggas
ini terbang di sekitar rumah kami sambil membentuk formasi seperti
huruf V yang panjang dan berteriak-teriak. Namun ketika musim dingin
tiba, mereka akan kembali menempuh perjalanan yang panjang menuju
selatan.
Cerita murid saya perihal angsa-angsa itu membuat saya semakin kagum
pada para "tamu" dari utara tadi. Ia mengatakan bahwa angsa-angsa
liar tersebut terbang dengan kecepatan 65-80 km/jam. Mereka sengaja
terbang dalam formasi karena tiap kali seekor angsa mengepakkan
sayapnya, maka akan terjadi embusan udara yang dapat menolong angsa
di belakangnya. Mereka dapat terbang 70 persen lebih jauh secara
berkelompok daripada jika sendirian.
Dalam satu hal, para pengikut Kristus pun sama seperti angsa-angsa
tersebut. Saat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, kita
harus saling menguatkan dan menolong (Kisah Para Rasul 18:23,27).
Kita dapat mencapai lebih banyak hal dengan bekerja sama daripada
jika bekerja sendirian.
Angsa-angsa tersebut terbang sambil berteriak satu sama lain.
Teriakan mereka bukanlah kritikan namun dorongan. Angsa di belakang
berteriak menyemangati angsa di depan agar tetap terarah pada tujuan
dan mempertahankan kecepatan. Kita juga dapat membuat kemajuan besar
jika orang di belakang kita memberi semangat supaya kita tetap
berada di jalur yang benar dan terus maju.
Apakah Anda menyemangati orang yang "terbang dalam satu formasi"
dengan Anda? –Haddon Robinson
KETIKA ANDA MEMBERI SEMANGAT KEPADA SESEORANG
BEBAN ANDA BERDUA AKAN MENJADI LEBIH RINGAN
|