Bacaan : Yohanes 6:1-14
Pada waktu-waktu tertentu kita mungkin merasa bahwa kita tidak
berarti dan tidak berguna. Karena dikelilingi orang-orang yang
memiliki talenta yang lebih besar dari kita, maka saat kita merasa
lemah, kita cenderung menarik diri dan membiarkan orang lain
mengerjakan suatu pekerjaan. Kita berpikir bahwa apa yang kita
berikan tak akan banyak artinya.
Kita lupa pada kebenaran yang dinyatakan Tuhan saat Dia memanfaatkan
lima roti dan dua ikan kecil untuk memberi makan begitu banyak orang
(Yohanes 6:1-14). Kita masing-masing punya sesuatu yang penting yang
dapat dipersembahkan kepada-Nya.
Sir Michael Costa sedang memimpin sebuah latihan orkestra yang
memainkan berbagai macam alat musik secara serempak. Di tengah-
tengah latihan, bersamaan dengan suara terompet yang nyaring, drum
yang berdentum-dentum, dan biola yang mengalunkan melodi yang indah,
si pemain piccolo [sejenis suling kecil] menggerutu pada dirinya
sendiri, "Apa gunanya saya? Lebih baik saya berhenti bermain saja.
Toh tak ada orang yang bisa mendengarkan saya." Begitulah, ia tetap
menaruh piccolonya di sela mulutnya, tetapi ia tidak meniupnya.
Sesaat kemudian, sang konduktor berteriak, "Berhenti! Berhenti!
Suara piccolonya mana?" Ternyata suara piccolo tidak terdengar oleh
orang terpenting dalam orkestra itu.
Sama halnya saat kita menggunakan segenap talenta kita bagi Tuhan.
Entah talenta kita besar atau kecil, pertunjukan belumlah lengkap
sebelum kita melakukan yang terbaik dengan apa yang kita miliki
–Richard De Haan
MELAKUKAN HAL KECIL DENGAN BAIK
MERUPAKAN HAL YANG BESAR DI MATA ALLAH
|