Bacaan : Matius 4:17-25
"Dalam banyak organisasi, membuat perubahan bagaikan memoleskan
lipstik pada anjing buldog. Anda harus berusaha keras. Sering kali
yang Anda dapatkan hanyalah noda lipstik, dan seekor anjing buldog
yang marah." Demikian tulis Dave Murphy dalam San Francisco
Chronicle (Kronik San Fransisco).
Perubahan yang sejati, entah dalam bisnis, gereja, keluarga, atau
dalam diri kita sendiri, mungkin sangat sulit dilakukan dan sukar
dipahami. Saat kita merindukan perubahan yang mendalam dan
berkelanjutan, sering kali kita hanya dapat melakukan perubahan
tambal sulam yang tidak menyelesaikan apa pun serta tidak memuaskan
seorang pun.
Kata bertobat digunakan Alkitab untuk menggambarkan awal perubahan
rohani yang sejati. Seorang ahli bahasa, W. E. Vine, mengartikan
bertobat sebagai "perubahan pikiran atau tujuan seseorang". Dalam
Perjanjian Baru, pertobatan selalu melibatkan perubahan ke arah yang
lebih baik yaitu ketika seseorang meninggalkan dosa dan berpaling
kepada Allah. Yesus memulai pelayanan-Nya kepada orang banyak dengan
berseru, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" (Matius
4:17).
Saat kita menyesal karena melakukan kesalahan atau karena tertangkap
setelah berbuat salah, perasaan ini hanyalah sekadar kosmetik
rohani. Pertobatan yang sejati terjadi di lubuk hati kita yang
terdalam dan membuahkan perbedaan yang nyata dalam perbuatan kita.
Ketika kita berpaling kepada Kristus dan menyerahkan diri kepada-
Nya, Dia mengadakan perubahan yang sejati, bukan sekadar perubahan
tambal sulam —David McCasland
PERTOBATAN BUKANLAH SEKADAR PERKATAAN,
MELAINKAN PERBUATAN NYATA
|