Bacaan : Ayub 42
Dengan para sahabat seperti yang dimilikinya, Ayub tak lagi
membutuhkan musuh. Ketiga sahabatnya yang seharusnya menghibur, sama
sekali tidak meringankan penderitaan Ayub. Bukannya bersimpati,
mereka malah melemparkan tuduhan yang memperberat penderitaannya.
Namun, Ayub berhasil keluar dari penderitaan dan kebingungan itu
dengan penuh kemenangan. Satu langkah penting yang dilakukannya
untuk mencapai kemenangan adalah mendoakan para sahabat yang telah
mengkritik dan menyalahkannya. Allah mendengarkan doanya. Ia pun
bahagia melihat sahabat-sahabatnya kembali kepada Allah untuk
memperoleh pengampunan (Ayub 42:7-10).
Yesus juga mendoakan sahabat-sahabat-Nya (Yohanes 17:6-19), meski
mereka sering mengecewakan. Sementara menjalani penderitaan yang
dalam menjelang penyaliban yang semakin dekat, Yesus berdoa bagi
Petrus meski Dia tahu bahwa tak lama lagi Petrus akan menyangkal-Nya
(Lukas 22:31-34).
Yesus pun berdoa bagi Anda dan saya (Yohanes 17:20-26). Pelayanan
doa-Nya, yang dimulai sebelum kematian dan kebangkitan-Nya, terus
berlanjut sampai hari ini. Meski kadang-kadang kita bersikap seperti
musuh-Nya, dan bukan sebagai sahabat-Nya, Yesus tetap membela kita
di hadapan Bapa-Nya (Roma 8:34; Ibrani 7:25).
Dalam mengikuti teladan Kristus, kita harus mendoakan para sahabat
dan kenalan kita, bahkan ketika mereka menyakiti hati kita. Adakah
seseorang yang dapat Anda doakan hari ini? — Haddon Robinson
AGAR ANDA DAPAT MENGASIHI SESEORANG LEBIH DALAM
LEBIH SERINGLAH BERDOA UNTUK DIA
|