Bacaan : 1Yohanes 2:1-12
Lima tahun sesudah PD II berakhir, Marvin Maris bertemu Taizo
Fujishiro di sekolah teologi di Chicago. Meskipun keduanya di pihak
yang saling bermusuhan ketika perang berlangsung, tetapi Maris tetap
bersahabat dengan Fujishiro. Ia membuatkan catatan pelajaran
untuknya, mengajarinya menyetir mobil, dan mengundangnya untuk
merayakan Natal. Setelah Taizo kembali ke Jepang, mereka tetap
saling berhubungan.
Empat puluh tahun kemudian, cucu perempuan Maris, Connie Wieck,
pergi ke Jepang untuk mengajar bahasa Inggris. Ia menelepon
Fujishiro dan memperkenalkan diri. Hari berikutnya mereka bertemu
untuk makan siang. Taizo menceritakan kepadanya semua hal mengenai
kakeknya, sahabat Amerika pertama Taizo.
Di kemudian hari Connie menulis: "Dibesarkan di kota di mana para
veterannya masih menyimpan kepedihan ..., dulunya saya tak percaya
bahwa pemaafan akan terjadi di antara orang-orang yang terlibat
langsung dalam sejarah kelam itu. Namun, persahabatan antara kakek
saya dan Taizo membuktikan kebalikannya."
Rasul Paulus menggambarkan keajaiban keselamatan dengan menulis,
"Kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian
Anak-Nya" (Roma 5:10). Dan Yohanes mengatakan bahwa mereka yang
sudah diampuni harus mengasihi saudaranya (1 Yohanes 2:9-12).
Warisan pengampunan dari Allah akan diteruskan dari generasi ke
generasi jika kita dengan rendah hati menerima anugerah pengampunan-
Nya dalam Kristus dan meneruskannya kepada sesama kita —David
McCasland
PENDOSA YANG DIAMPUNI
AKAN MENGENAL DAN MENYATAKAN KASIH
|