Bacaan : Yeremia 5:20-25
Salah seorang anak laki-laki saya sangat mahir menutup telinganya
terhadap hal yang tidak ingin ia dengar. Di gereja, pikirannya
mengembara ke mana-mana. Ia bisa memberitahu Anda berapa jumlah
lajur di langit-langit dan berapa banyak kursi di tempat paduan
suara. Berulang kali saya mendengar omelan istri saya kepadanya,
"Kau mendengarkan Ibu, kan?"
Kita juga sering bersalah karena menutup telinga terhadap hal yang
tidak ingin kita dengar, sekalipun pesan itu berasal dari Allah.
Dalam bukunya Christian Reflections (Refleksi Orang Kristiani), C.
S. Lewis mengatakan bahwa seseorang yang hendak mengabaikan suara
Allah akan mengikuti nasihat ini: "Hindari ketenangan, kesunyian,
dan setiap lintasan pikiran yang mengembalikan kita pada arah dan
tujuan kita. Pusatkan perhatian pada uang, seks, status, kesehatan,
dan (terutama) keluhan Anda. Terus hidupkan radio. Hiduplah dalam
keramaian."
Ketika kita melakukan kesalahan, saat itulah kita benar-benar perlu
mendengarkan suara Allah. Namun, sering kali kita begitu keras
kepala sehingga memutuskan untuk tidak mendengarkan-Nya. Nabi
Yeremia mengecam orang-orang seperti ini, katanya, "Hai bangsa yang
tolol ... yang mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar ... bangsa
ini mempunyai hati yang selalu melawan dan memberontak" (Yeremia 5:
21, 23).
Daripada menutup telinga terhadap suara Allah, bacalah Alkitab dan
berdoalah kepada-Nya secara teratur. Luangkan waktu sejenak untuk
merenungkan Allah beserta berkat-Nya yang melimpah. Itulah cara
mendengarkan yang baik! —Dave Egner
ALLAH BERBICARA KEPADA MEREKA
YANG MELUANGKAN WAKTU UNTUK MENDENGARKAN
|