Bacaan : Matius 27:15-26
Ditolak itu menyakitkan. Ketika Adlai Stevenson kalah dalam
pemilihan presiden AS pada tahun 1952, ia berkata bahwa ia merasa
seperti orang dewasa yang jari kakinya baru saja tersandung.
"Rasanya terlalu sakit untuk tertawa, tetapi terlalu tua untuk
menangis," tambahnya.
Beberapa anak kecil merasakan sakitnya ditolak ketika salah seorang
temannya terpilih untuk membacakan puisi atau menyanyikan lagu,
sementara dirinya tidak. Saat beranjak dewasa, sebagian di antara
mereka tidak terpilih menjadi anggota tim universitas. Sebagian lagi
akan ditolak oleh gadis yang ingin diajaknya kencan. Dan yang
lainnya mungkin menikah, tetapi kemudian pasangannya pergi
meninggalkannya demi orang lain. Mereka mungkin bertanya-tanya
mengapa Tuhan membiarkan mereka ditolak.
Saya tak punya jawaban mudah bagi orang-orang yang hatinya terluka
seperti ini. Saya hanya dapat menganjurkan mereka untuk melihat
Yesus, karena Dia juga pernah ditolak. Dia dicemooh saudara-saudara-
Nya dan orang-orang di daerah-Nya. Orang-orang menuntut Dia agar
disalibkan (Matius 27:23). Di atas kayu salib, saat menanggung dosa-
dosa kita, Dia merasa sedemikian ditinggalkan Bapa-Nya sehingga Dia
berseru, "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
(ayat 46).
Ketika Anda merasa sangat terluka akibat penolakan, ingatlah bahwa
Yesus memahami apa yang Anda rasakan. Dia mencintai Anda. Saat Anda
percaya kepada-Nya, saat itu juga Dia menerima Anda. Dia tidak
pernah menolak orang-orang yang percaya kepada-Nya (Yohanes 6:37)
—Herb Vander Lugt
KEPEDULIAN YESUS
MEMBUAT SEGALANYA MENAJA DI BERBEDA
|