Bacaan : 1Petrus 2:21-25
Seorang penginjil India, Sundar Singh, menulis tentang kebakaran
hutan di pegunungan Himalaya yang ia saksikan ketika sedang
melakukan perjalanan. Saat banyak orang berusaha memadamkan api, ada
sekelompok orang yang memandangi sebuah pohon yang dahan-dahannya
mulai dijalari api. Seekor induk burung dengan panik terbang
berputar-putar di atas pohon. Induk burung itu mencicit kebingungan,
seakan-akan mencari pertolongan bagi anak-anaknya yang masih di
dalam sarang. Ketika sarang mulai terbakar, induk burung itu tidak
terbang menjauh. Sebaliknya, ia justru menukik ke bawah dan
melindungi anak-anaknya dengan sayapnya. Dalam sekejap, ia beserta
anak-anaknya hangus menjadi abu.
Lalu Singh berkata kepada orang-orang itu, "Kita baru saja melihat
hal yang luar biasa. Allah menciptakan burung yang memiliki kasih
dan pengabdian begitu besar sehingga rela memberikan nyawanya untuk
melindungi anak-anaknya .... Kasih seperti itulah yang membuat-Nya
turun dari surga dan menjadi manusia. Kasih itu juga membuat-Nya
rela mati sengsara demi kita semua."
Cerita di atas adalah sebuah ilustrasi yang mengagumkan akan kasih
Kristus kepada kita. Kita juga berdiri dengan takjub saat
merenungkan api penghakiman suci yang membakar Bukit Kalvari. Di
sanalah Kristus bersedia menderita dan "memikul dosa kita di dalam
tubuh-Nya di kayu salib" (1 Petrus 2:24).
Tuhan, terima kasih karena Engkau rela menderita menggantikan kami.
Betapa kami sangat bersyukur atas semua yang telah Engkau lakukan!
–Vernon Grounds
KRISTUS MENANGGUNG API PENGHAKIMAN
AGAR KITA MENIKMATI PENGAMPUNAN DARI ALLAH
|