Bacaan : Matius 23:1-3,27,28
Orang-orang yang memusuhi kekristenan mungkin lebih menentang
kemunafikan daripada menentang Yesus. Ironisnya, mereka tidak sadar
kalau sebenarnya tak ada orang yang lebih menentang kemunafikan
selain Kristus sendiri.
Kita semua pernah mendengar para pencela yang sering berkata,
"Gereja itu penuh dengan kemunafikan!" Namun, alangkah baiknya jika
kita menanggapinya dengan akal sehat dan tidak menolak mentah-mentah
ungkapan semacam itu tanpa membuktikannya terlebih dahulu. Siapa
tahu mereka memang benar.
Kita cenderung berpikir bahwa ungkapan seperti itu tidak benar.
Namun, marilah kita renungkan kembali. Berapa kali kita bersikap
seperti seorang wanita yang mengintip lewat jendela, sekadar untuk
melihat tetangga cerewet dan suka merumpi berjalan mendekati pintu
rumahnya? Anak-anaknya yang masih kecil dan mudah terpengaruh
mendengar ia menggerutu, "Uh, lagi-lagi dia!" Kemudian, ia
membukakan pintu dan dengan basa-basi berkata, "Senang sekali
berjumpa dengan Anda!"
Perkataan dan perbuatan kita sering kali tidak sejalan. Yesus
menggambarkan kemunafikan para ahli Taurat dan memperingatkan para
murid-Nya, "Janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena
mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya" (Matius 23:3).
Allah memperingatkan kita bahwa orang-orang yang memusuhi Kristus
akan terpengaruh oleh kemunafikan ceroboh yang kita lakukan. Tuhan,
mampukan kami untuk menjadi "pengkhotbah" yang berhati-hati –Joanie
Yoder
SALAH JIKA KITA BERPIKIR DAPAT MENGESANKAN DUNIA
DENGAN BERKOMPROMI DENGANNYA
|