Bacaan : Markus 3:22-30
Seorang yang beranjak tua merasa telah berbuat dosa yang tak
terampuni. Karena dihantui perasaan bersalah, ia mempunyai anggapan
keliru bahwa Allah tak akan mengampuninya.
Kemudian sebuah pertanyaan terlintas dalam benaknya: Kalau saya
masuk neraka, apa yang akan saya kerjakan di sana? Ia berpikir, saya
akan mengajak penghuni lainnya untuk berdoa. Ia segera sadar kalau
ketakutannya itu tidak masuk akal. Ia sadar bahwa selama bertahun-
tahun ia telah percaya bahwa Kristus adalah Juruselamatnya, dan ia
sangat ingin mengenal dan menyenangkan Allah. Inilah bukti bahwa Roh
Allah benar-benar hidup di dalam hatinya.
Banyak orang kristiani yang sensitif takut kalau-kalau telah
melakukan atau mengatakan sesuatu yang tak terampuni. Mungkin berupa
hujatan yang terlintas dalam pikiran mereka. Meskipun mereka
mengakuinya di hadapan Allah, tetapi mereka tetap bertanya-tanya
apakah mereka telah berbuat dosa yang tidak akan diampuni Allah.
Dosa apakah yang tak terampuni? Dalam Markus 3:22-30, kita menjumpai
para ahli Taurat yang menuduh Yesus membuat mukjizat dengan kuasa
penghulu setan. Saat ini kita tidak mungkin melakukan dosa seperti
para ahli Taurat yang menuduh Yesus karena Yesus sudah tidak hadir
secara fisik di dunia.
Satu-satunya dosa yang tak terampuni adalah dengan selalu dan
sengaja menolak kesaksian Roh Kudus bahwa Yesus adalah Juruselamat.
Tidak ada dosa yang tak terampuni selain penolakan total terhadap
Kristus. Dengan kasih karunia-Nya, Dia mengampuni semua orang yang
datang kepada-Nya —Dennis De Haan
KUASA PENGAMPUNAN KRISTUS MAMPU MENGHILANGKAN
NODA DOSA YANG PALING KOTOR SEKALIPUN
|